blank
Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs H. Junarso. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Musim penghujan yang telah mulai tiba, disamping  kesempatan bagi  petani dan warga untuk mulai turun kesawah dan menanam, juga ada yang harus diwaspadai sebagai ancaman. Diantaranya adalah merebaknya demam berdarah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jepara Drs H. Junarso Rabu (17/12-2025)  dalam wawancara khusus seputar kewaspadaan yang harus ditingkatkan bersama di awal musim penghujan.

“Memasuki musim hujan di berbagai daerah di Indonesia,  termasuk Jepara kewaspadaan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang sering muncul pada musim hujan, menjadi sangat penting. Salah satu penyakit tersebut adalah Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujar Junarso. Di Jepara  dengue merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensinya cukup tinggi dan sering menimbulkan korban jiwa.

Karena itu menurut Junarso,  kita  harus bersama-sama mencegah terjadinya kejadian luar biasa akibat dengue. “Salah satu upaya tersebut, yakni mengupayakan terus budaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mewujudkan terlaksananya gerakan satu rumah satu jumantik,” ujarnya

“Program tersebut juga bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Gerakan satu rumah satu jumantik juga mengandung pesan untuk pencegahan dan pengendalian dengue dimulai dari rumah secara bersama-sama,” lanjut Junarso

Junarso menambahkan, langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan pada awal musim penghujan diantaranya adalah melaksanakan upaya mencegah penyebaran DBD antara lain dengan penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3M Plus.

3M Plus ini merupakan tindakan untuk menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk seperti botol bekas, ban bekas dan lain-lain.

Sedangkan Plus Cara Lain  adalah memantau wadah air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, mengganti air vas bunga seminggu sekali, mengeringkan air di alas pot bunga, memperbaiki saluran air dan lain-lain, tambahnya

Hal lain yang penting menurut Wakil Ketua DPRD Jepara ini adalah   mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mengimplementasikan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan menunjuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik di rumah masing-masing. Juga melakukan  penyuluhan kepada masyarakat secara terus-menerus.

“Penyuluhan difokuskan kepada pencegahan dan pengenalan tanda-tanda bahaya dengue (DBD), sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam merujuk pasien sejak dari lingkungan masyarakat,” pintanya. Keterlambatan dalam merujuk pasien bisa berakibat pada kematian, ujarnya.

Ia juga minta jajaran Dinas Kesehatan untuk melakukan respons cepat terhadap laporan kasus Dengue. “Fasyankes yang melayani atau merawat pasien dengue wajib dalam 3 jam sudah melaporkan kepada Dinas Kesehatan agar segera dilakukan tindakan penyelidikan epidemiologi dalam 1×24 jam,” tegasnya

Harapannya seluruh kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD secara efektif dan berkoordinasi dengan pihak terkait dapat mengantisipasi peningkatan kasus DBD. “Partisipasi aktif dari masyarakat serta dukungan semua pihak dalam upaya ini dapat mengendalikan penyebaran DBD di wilayah masing-masing.

Hadepe