blank
Bupati Setyo Sukarno (kiri) menyalurkan lagi bantuan tahap kedua kepada pedagang korban kebakaran Pasar Kota Wonogiri. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Wonogiri.(Dok.Prokopim Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyalurkan lagi bantuan bagi para pedagang korban kebakaran Pasar Kota Wonogiri. Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, menyatakan, ini merupakan bantuan yang keduakalinya.

Penyerahan bantuan tahap kedua, dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Sejumlah 257 pedagang mendapatkan bantuan sosial dari APBD Wonogiri. Rinciannya, 10 orang pemilik kios mendapatkan bantruan masing-masing Rp 1 juta. Kemudian sebanyak 47 pedagang penyewa kios antarpedagang masing-masing menerima bantuan Rp 1 juta), dan 200 orang pedagang oprokan masing-masing menerima bantuan Rp 500 ribu).

Selain penyaluran bantuan, Pemkab Wonogiri juga terus melakukan pembenahan manajemen pasar darurat. Teknis pembagian tempat berjualan di pasar darurat, baik yang berupa kios maupun los, dimusyawarahkan bersama Paguyuban Pedagang Pasar Wonogiri (Perdasari). Juga dilakukan pengelompokan zona lokasi sesuai dengan jenis komoditas yang diperdagangkan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menyatakan, Pemkab Wonogiri telah membangunkan total sebanyak 749 tempat berjualan di pasar darurat. Dari jumlah ini, sebanyak 189 berupa kios dan selebihnya berwujud los.

Bersama itu, dilakukan survei teknis konstruksi terhadap kondisi pasar pascaterbakar. Survei dilakukan oleh tim ahli bangunan, untuk mengetahui kekuatan sebagian sisa bangunan yang terselamatkan dari api kebakaran. Apakah masih layak dipakai atau tidak, bila nanti dilakukan pembangunan kembali.

Pemkab Wonogiri, merencanakan pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri. Rencana pembangunan Pasar Kota Wonogiri yang baru, dirancang memiliki prototipe pasar tradisional dengan sentuhan arsitektur modern. Yang menyertakan aspek kenyaman dan keamanan. Nyaman dan aman bagi pedagang maupun pengunjung pasar. Termasuk aspek safety terhadap ancaman kebakaran. Hal ini penting, karena Pasar Kota Wonogiri telah dua kali mengalami kebakaran. Yakni pada Tahun 2002 dan Tahun 2025.

Membantu

Dalam acara penyerahan bantuan, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyatakan bahwa Pemkab Wonogiri tidak akan membiarkan pedagang berjuang sendirian. Pemerintah senantiasa berusaha hadir, membantu dan akan terus mendampingi sampai aktivitas ekonomi kembali pulih.
blank
Pemkab Wonogiri telah membangunkan pasar darurat untuk pedagang korban kebakaran Pasar Kota Wonogiri, agar dapat berjualan kembali. Jumlahnya sebanyak 749 tempat berjualan, yang 189 diantaranya berujud kios.(SB/Bambang Pur)

Bupati Setyo Sukarno, menyatakan, kebakaran yang terjadi pada Senin Tanggal 6 Oktober 2025 lalu, menjadi ujian berat bagi para pedagang dan keluarganya, yang menggantungkan hidup di pasar tersebut. Pemkab Wonogiri, juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Seluruh unsur Pemerintah bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat, bergerak bersama membantu para pedagang.

Kata Bupati, semua unsur bersatu ikut membantu. Mulai dari proses pemadaman, penyelamatan barang, pendirian dapur umum, pembangunan pasar darurat, hingga pembersihan puing-puing lokasi kebakaran. Tujuannya, agar aktivitas ekonomi bisa kembali pulih.

Untuk diketahui, sebenarnya Pemkab Wonogiri telah memberikan bantuan tahap pertama, sehingga sebagian besar pedagang sudah menerima bantuan. Namun pemerintah menyadari, masih ada sejumlah pedagang yang belum terjangkau bantuan, termasuk penyewa kios sesama pedagang, dan pedagang oprokan yang turut kehilangan mata pencaharian.

Berkaitan itu, Pemkab Wonogiri kembali memberikan santunan tahap kedua, untuk sebanyak 10 pedagang yang belum mendapat bantuan tahap pertama, 47 pedagang penyewa kios antarpedagang, dan 200 pedagang oprokan.

Menurut Bupati, para pedagang merupakan penggerak ekonomi rakyat dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Wonogiri. Pemerintah juga berkomitmen memastikan seluruh pedagang terdampak, tetap mendapat perhatian sesuai kemampuan anggaran daerah. Bupati mengajak para pedagang untuk tetap menjaga semangat dan kebersamaan. Dengan kerja sama, keikhlasan serta doa, akan bangkit lebih cepat dan roda ekonomi kembali berputar.(Bambang Pur)