JEPARA (SUARABARU.ID)- Dalam rangka melestarian dan mengembangkan seni ukir, Yayasan Pelestari Ukir (Peluk) Jepara akan membuka kelas mengukir bagi pelajar di Kabupaten Jepara. Sedangkan tempatnya adalah di Gallery Jepara Wood Carving Performance di Pantai Kartini – Pelabuhan Jepara yang telah diresmikan oleh Bupati Jepara, Bapak Witiarso Utomo pada 6 November 2025.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara , Hadi Priyanto kepada sejumlah media Selasa (18/11-2025) sore. “Hingga akhir tahun 2025 direncanakan dilakukan pelatihan mengukir kepada 150 – 200 siswa SD/ MI, SMP/ MTs dan SMA, SMK serta MA,” ujarnya
Pelatihan bagi pemula ini masing-masing dilakukan selama 8 jam yang terbagi dalam 2 hari kegiatan. Angkatan pertama akan dimulai tanggal 21 – 22 November 2025 dengan jumlah peserta 30 pelajar SMP. “Tujuannya untuk menumbuhkan kecintaan dan perhatian anak terhadap seni ukir,” ungkapnya.

Sedangkan latar belakangnya, saat ini tidak banyak sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi mengajar seni ukir serta terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Sementara pelestarian alamiah melalui keluarga pengukir semakin langka, tamba Hadi.
Karena itu ia mengajak para kepala sekolah dan orang tua di Jepara untuk memanfaatkan kelas mengukir ini.
Sementara Sutarya, Wakil Ketua Yayasan Peluk Jepara menjelaskan bersamaan dengan itu juga dibuka kelas mengukir untuk wisatawan, khususnya yang berkunjung ke Karimunjawa. “Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa tidak berkunjung ke kota Jepara sehingga mereka tidak mengetahui potensi ukiran Jepara.
Wakil Ketua Yayasan Peluk Ali Afendi mengungkapkan dalam kegiatan ini Yayasan Pelestari Ukir Jepara bekerjasama dengan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara serta Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara.
“Kami tentu tidak sendiri. Dukungan dari para pemangku kepentingan dan dunia usaha juga sangat kami butuhkan,” ungkapnya
Hadepe













