blank
Warga menyambut hangat bupati Jep;ara Witiarso Utomo. Disamping berbincang mereka juga mengajak foto bersama: Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ngantor di Desa, salah satu program unggulan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wabup Muhammad Ibnu Hajar dalam mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Jepara  ternyata  menunjukkan hasil positif. Bukan saja untuk mengurai berbagai persoalan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa, tetapi juga untuk membangun komunikasi dengan warga.

Itu pula yang nampak dalam kegiatan Ngantor di Desa Muryolobo, Kecamatan Nalaumsari Jepara, Selasa (18/11-2025). Kegiatan yang digelar di BBC Park di Mojo, Desa Muyolobo  itu bukan hanya diikuti oleh pejabat Pemerintah Kabupaten Jepara, baik eksekutif maupun legislatif, camat maupun petinggi di wilayah Nalumsari, tetapi ratusan warga juga turut menyambut kedatangan   rombongan bupati.

blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo juga menyerahkan berbagai bantuan kepada warga desa. Foto: Hadepe

Saat Bupati Witiarso Utomo  berjalan mengelilingi Big Bos Ceria (BBC) Park  yang dipenuhi tanaman buah-buahan, warga yang bertemu mengajaknya berfoto.  Dengan hangat Bupati memenuhi permintaan mereka. Nampak juga mereka berbincang  dengan bupati.

BBC Park Mojo  adalah adalah sebuah obyek wisata yang mengembangkan konsep Agro Wisata. Juga terdapat kolam renang dan aneka satwa. Owner BBC Park adalah almarhum Tasripan yang baru beberapa hari yang lalu meninggal dunia.

Ngantor di Desa di Desa Muryolobo ini adalah kali ke –  6 Bupati Ngantor di Desa untuk tahap kedua. Sedangkan jika dihitung mulai tahap ke pertama adalah yang ke -22. “Dalam program Ngantor di Desa Tahap Kedua ini strateginya pembangunan yang dikembangkan diwilayah adalah tematis,” ujar Sekda Jepara Ary Bachtiar. Harapannya seluruh potensi desa dapat dikembangkan dan saling berkolaborasi.

blank
Sejumlah warga meminta Bupati Jepara Witiarso Utomo untuk foto bersama. Foto: Hadepe

Menurut Ary Bachtiar Untuk memastikan bahwa aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat dapat tertangani dengan baik, maka Bupati menunjuk PIC (Person in Charge) yang terdiri dari pada kepala  OPD dan pejabat lainnya. “PIC ini bertanggungjawab penuh atas program ini, hingga dapat dipastikan semua  usulan dapat terinventarisir dan tgertangani,” tutur Ary Bachtiar.

Saat berlangsung dialog, dua orang pejabat PIC yang mendapatkan tugas di Kecamatan Namulsari, yaitu Edy Sujatmiko Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Jepara  Yeni Yahya Hasan  Ahmad Shofi  memaparkan  hasil Ngantor di Desa tahap pertama dan tahap kedua yang berisi konsep pengembangan  wilayah tersebut.

Sementara Bupati Jepara Witiarso Utomo saat FGD dengan para petinggi menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras para petinggi dan masyarakat di wilayah Kecamatan Nalumsari. “ Kolaborasi dan sinergitas  OPD dengan pemerintah kecamatan dan desa, merupakan stretegi untuk mempercepat pembangunan di desa,” ujarnya.

Ia juga mendukung konsep pengembangan kawasan yang memilih tema pariwisata. “ Ini langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai  keinginan menjadikan Nalumsari sebagai sentra gebyok hingga keinginan untuk mengembangkan tanaman kopi, dan kambing etawa,” ujarnya.

Dalam acara tersebut bupati juga telah menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat.

Hadepe