blank
Pekerjaan rehabilitasi drainase perkotaan di dekat Tugu Walet Kebumen terus dilakukan dan saat ini sudah mencapai 64 persen.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pekerjaan proyek rehabilitasi drainase perkotaan di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Sugiono Kebumen dengan anggaran sekitar Rp 3,9 M, kini mencapai 64 persen.

Dengan demikian rehab drainase  yang menghubungkan kawasan sekitar Tugu Walet sampai jalan Sugiono, Kebumen, itu menunjukkan kemajuan yang positif.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk mengatasi masalah genangan air di area perkotaan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. terutama di kawasan Tugu Walet dan depan Pasar Tumenggungan hingga Jalan Sugiono ke selatan.

blank
Kepala DPUPR Kebumen Joni Hernawan meninjau pekerjaan rehabilitasi drainase perkotaan di dekat Tugu Walet, Rabu (24/9).(Foto:SB/Kominfo)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-DPUPR Kebumen Joni Hernawan saat melakukan peninjauan proyek rehabilitasi drainase Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Sugiono, Rabu (24/9)  mengungkapkan,  saat ini pekerjaan fisik telah mencapai 64 % dari target yang ditetapkan yakni 26 %.

Dia menargetkan proyek tersebut selesai pada 12 Desember 2025. Namun dengan pencapaian progres lebih cepat 42% , diperkirakan pengerjaan akan selesai lebih cepat dari jadwal.

Saat ini, pekerjaan berfokus pada pembesian, pemasangan begisting, dan pengecoran saluran drainase di sekitar Tugu Walet , di mana pekerjaan utama pemasangan box culvert sudah hampir selesai. Pelaksanaan pekerjaan lebih cepat dari jadwal sehingga memastikan bahwa infrastruktur ini dapat segera digunakan dan berfungsi optimal sebelum musim hujan tiba.

“Sampai dengan hari ini (24/9 red), capainnya 64 persen dari  rencana 26 Persen . Ini menunjukkan progres yang jauh lebih cepat dari rencana semula, sehingga harapannya nanti sudah bisa dioperasionalkan sebelum musim hujan”terang dia.

Proyek ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2025 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Kebumen, dengan total anggaran sebesar Rp3.937.509.000.

Rehabilitasi drainase perkotaan itu dirancang untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di sekitar kota Kebumen. Sebelumnya, aliran air dari drainase perkotaan sekitar Jalan Soekarno- Hata  mengarah ke timur menuju pembuangan akhir di Kali Bakung. Namun, dengan rehabilitasi ini, aliran air akan diarahkan langsung ke Sungai Lukulo. Perubahan ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko genangan dan banjir, terutama selama musim hujan.

“Pekerjaan pemeliharaan drainase di sekitar perkotaan Kebumen akan dilakukan secara bertahap, dan untuk tahun ini kita menyiapkan saluran drainase utama yang terhubung dengan Sungai Luk Ulo sehingga untuk ke depan Pemkab Kebumen berusaha mengatasi masalah banjir di daerah perkotaan di area sekitar yang terkoneksi dengan yang dibangun tahun ini,”imbuh Joni.

Komper Wardopo