blank
Ilustrasi tim SAR melakukan pencarian terhadap seorang kakek yang tenggelam saat menyeberang Sungai Serang dengan galon. Foto: ilustrasi AI.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang kakek bernama Sukijan (82) dilaporkan tenggelam di Sungai Serang, Desa Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, pada Minggu (14/9/2025).

Peristiwa itu terjadi ketika Sukijan bersama istrinya, Nuryati (79), dalam perjalanan pulang dari sawah. Mereka berusaha menyeberangi sungai dengan peralatan sederhana.

Menurut laporan warga, pasangan lanjut usia itu memanfaatkan galon air mineral dan busa sterofoam sebagai alat bantu penyebrangan.

BACA JUGA : Kakak Beradik di Kudus Jadi Korban Penusukan, Satu Tewas! Ini Kronologinya

Nuryati memilih menggunakan busa sterofoam, sementara Sukijan menaiki galon air mineral. Keduanya menyeberang sungai secara bergantian.

Namun, derasnya arus Sungai Serang membuat galon yang ditumpangi Sukijan ikut hanyut terbawa aliran sungai.

Warga menyebutkan, Sukijan tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya ikut terseret dan tenggelam.

Kejadian tersebut sontak membuat panik warga sekitar yang melihat peristiwa memilukan itu. Mereka segera melaporkan kejadian ke aparat desa.

Laporan pertama kali diterima BPBD Grobogan sekitar pukul 12.15 WIB, tidak lama setelah insiden berlangsung.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Grobogan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian awal serta operasi pencarian.

BPBD Grobogan juga berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan relawan untuk mempercepat proses penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Hingga Minggu sore, petugas masih melakukan pencarian dengan menyisir sungai menggunakan perahu motor bermesin (mopel).

Radius pencarian diperluas hingga 3-4 kilometer dari titik awal Sukijan dilaporkan tenggelam.
Petugas gabungan juga terus berkoordinasi dengan warga sekitar agar pencarian lebih efektif.

Kepala BPBD Grobogan Wahju Darmawanto dalam keterangan resmi menegaskan, pencarian akan dilakukan hingga korban ditemukan.

“Saat ini tim masih berfokus pada penyisiran aliran sungai. Kondisi arus cukup deras sehingga pencarian membutuhkan kewaspadaan,” ujarnya.

BACA JUGA : Persiku Kudus Permalukan PSIS Semarang 4-0 di Stadion Jatidiri Semarang

Warga sekitar Desa Menawan turut memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar di tepi sungai.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian dan petugas gabungan belum menemukan keberadaannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyeberangi sungai, terutama ketika arus deras dan menggunakan alat bantu seadanya.

TYA WIDYA