blank
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman memberi sambutan pada pengajian akbar keluarga besar Hj Romlah Sudaryo di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, Selasa (1/7) malam.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Di hadapan ribuan warga yang menghadiri pengajian akbar syukuran keluarganya, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman mengaku bahwa ibunya Hj Romlah Sudaryo selama ini sebagai panutan yang selalu membimbing dan memberi restu serta mendoakan dirinya.

“Ini emak saya Hajjah Romlah, ya ini jimat saya yang selama ini selalu mendoakan dan memberi restu kepada saya,”gurau orang nomer dua di Polda Jateng itu mengawali sambutan Pengajian Akbar Syukuran Keluarga Besar Hj Romlah Sudaryo di Lapangan BUMDES Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, Selasa (1/7) malam.

Brigjen Pol Latif Usman mengungkapkan, kegiatan pengajian akbar ini merupakan wasiat dari almarhum ayahnya. Sang ayah, Mohammad Sudaryo, berkeinginan untuk mengundang KH Anwar Zahid dan Habib Ali Zainal Abidin setelah pembangunan masjid yang digagasnya selesai.

Brigjen Latif Usman juga tak lupa memohon doa untuk almarhum ayahnya agar diterima amal ibadahnya, diampuni dosanya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi suaminya HM Yahya Fuad memberi sambutan pada pengajian akbar Selasa (1/7) malam.(Foto:SB/Prokopim)

Menariknya, pengajian ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79. “Hari ini juga bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-79. Pengunjung pun tumpah ruah memadati lokasi hingga meluber ke ruas jalan Kebume-Krakal.

“Mohon maaf dengan adanya acara ini, berhubung lokasi terbatas, bagi masyarakat ada yang terganggu aktivitasnya,”ujar Brigjen Pol Latif Usman mewakili keluarga.

Pada malam itu lebih dari seribu “Zahir Mania” dan “Anza Mania” membanjiri Lapangan BUMDES Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen.

Mereka hadir dalam Pengajian Akbar yang diselenggarakan Keluarga Besar Hj Romlah Sudaryo . Acara ini semakin syahdu dengan kehadiran ulama kondang KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan, diiringi grup hadroh Majelis Az-Zahir.

Pengajian akbar ini diinisiasi oleh keluarga Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman dan sang kakaknya, Kades Jatimulyo, Alian, Nurchamid.

Sejumlah pejabat tinggi dan tokoh penting turut meramaikan acara ini. Hadir antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jateng Iwanuddin Iskandar, Bupati Kebumen Lilis Nuryani beserta suami Mohammad Yahya Fuad, dan putranya, dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, yang juga anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Hj Romlah Sudaryo.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Hj Romlah Sudaryo atas inisiatif dan kontribusinya dalam menyelenggarakan kegiatan penuh berkah ini,”ujar Lilis.

Bupati menambahkan, pengajian ini bukan sekadar ruang silaturahmi dan ibadah, tetapi juga menjadi penguat nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa kebaikan yang dilakukan oleh individu atau keluarga akan memberi manfaat luas bagi lingkungan dan sekitarnya,”tegas Lilis.

Bupati berharap majelis ini dapat menjadi ruang untuk muhasabah, memperkuat nilai keimanan, dan menumbuhkan kembali semangat hijrah menuju Kebumen yang lebih berdaya.

blank
KH Anwar Zahid mengisi pengajian akbar di Desa Jatimulyo. Alian. Kebumen, Selasa 1/7.(Foto:SB/Prokopim)

KH Anwar Zahid membawakan tausiah yang inspiratif tentang pentingnya sehat, nikmat, dan bersyukur. Seperti biasa, tausiahnya diselingi dengan guyonan khas yang membuat jemaah terkesima.

Kiai Anwar Zahid mengutip ayat Al-Qur’an, “Lain syakartum laazidannakum,” yang berarti, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

“Dampaknya kalau nikmat itu disyukuri, nikmat apa pun kalau disyukuri pasti akan terus ditambah dan terus ditambah oleh Allah, namanya jadi Barokah,”jelas KH Anwar Zahid.

Sebaliknya Kiai Anwar Zahid  melanjutkan, “Wala in kafartum Inna azabi lasyadid,” yang berarti “dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

“Nikmat apa pun kalau dikufuri akan berubah menjadi siksa yang menyakitkan, makin sengsara, makin menderita, namanya musibah,”imbuhnya.

Dengan demikian, KH. Anwar Zahid menekankan bahwa nikmat bisa menjadi berkah atau musibah, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya, apakah dengan bersyukur atau mengingkari.

Komper Wardopo