blank
Petugas Satlantas Polres Wonogiri, mendatangi lokasi kecelakaan yang menewaskan Edi, untuk melakukan penanganan.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Nasib apes menimpa diri seorang pria penjual krupuk rambak kelilingan, Edi Kusnadi (55). Warga Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri ini, meninggal karena terlindas bus.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan viral setelah diunggah di jejaring media sosial (Medsos). Para pelayat yang hadir di rumah duka, Kelurahan Wonokarto RT 04/RW 03, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, mengenal korban sebagai pekerja keras. Bapak dua anak dan suami dari seorang istri ini, adalah mantan loper koran legendaris di Wonogiri. Tapi karena koran kini sepi pembeli, belakangan Edi beralih menjadi pedagang krupuk rambak secara kelilingan. Karena itu dia menyandang panggilan Edi Koran dan Edi Rambak.

Beberapa pelayat yang melakukan takziah ke rumah duka, ingat akan kata-kata korban semasa hidupnya: ”Tak masalah saya kerja keras berjualan rambak, yang penting anak saya kelak hidup mulya.” Salah satu putranya, sekolahnya pandai dan mendapatkan beasiswa belajar ke Jepang. Jenazah Edi, Selasa (17/6/25), dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astono Loyo, Wonokarto.

Sehari-harinya, korban lincah menjajakan dagangannya secara berkeliling. Dari satu tempat berpindah ke tempat lain dengan mengayuh sepeda pancal yang pada boncengan belakang dipasangi bronjong wadah rambak. Dia sealu menawarkan dengan teriakan: ”Rambak, rambak……” Termasuk juga dia rajin melakukan penawaran ke para penumpang, dengan cara naik turun bus.

Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Selasa (17/6/25), menyatakan, tragedi maut tersebut berlangsung Senin malam (16/6/25) Pukul 19.00. Lokasinya di ruas Jalan Letjen S Parman Nomor 48 Wonokarto Utara. Tepatnya di depan garasi PO Agra Mas, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Terpeleset

Akibat kecelakaan itu, Edi Kusnadi, mengalami luka serius di kaki kanan dan bagian kepala, yang kemudian meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kecelakaan maut ini, melibatkan kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Agra Mas berplat nomor B-7338-KGA. Saat kejadian, bus dikemudikan oleh Agus Suprihaji (51), warga Jebres, Surakarta. Ketika kecelakaan berlangsung, korban berstatus sebagai pejalan kaki.

Berdasarkan hasil penanganan di lokasi kejadian yang dilakukan Tim dari Satlantas Polres Wonogiri, kejadiannya bermula saat korban yang sebelumnya berada di dalam bus, kemudian mendadak turun dengan cara meloncat dari pintu bus. Naas, saat korban meloncat turun, yang diduga karena terpeleset, kemudian terjatuh tepat saat bus mundur.

Sopir bus tidak mengetahui keberadaan korban, dan ketika  bus dijalankan mundur, secara tidak sengaja ban kiri depan melindas korban. Jajaran Satlantas Polres Wonogiri yang bertindak cepat, segera mengevakuasi korban untuk dilarikan ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Tapi korban meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polres Wonogiri mengimbau kepada seluruh pengemudi angkutan umum dan pribadi, agar selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendara. Termasuk saat melakukan manuver seperti memundurkan kendaraannya. Hal itu penting untuk dilakukan, dalam upaya menjaga keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.(Bambang Pur)