KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Mengawali pembangunan kembali Jembatan Weion Kulon, masyarakat Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring, Kebumen, menggelar syukuran dan doa bersama, Jumat (11/4)
Prosesi tersebut menandai dimulainya pembangunan jembatan Weton Kulon, Puring, yang menghubungkan dua wilayah kecamatan di Kebumen selatan, yaitu Kecamatan Puring dan Buayan.
Acara dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono, Kepala Dinas Kominfo Sukamto dan Pejabat DPUPR.
Bupati Lilis Nuryani mengungkapkan, jembatan Weton Kulon di atas Sungai Telomoyo mengalami kerusakan parah dan akhirnya putus akibat banjir bandang pada 15 Maret 2022.
Kejadian tersebut tidak hanya memutus akses fisik, melainkan juga berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan roda perekonomian di wilayah Kecamatan Puring dan Buayan.

Menurut Bupati, berhubung keterbatasan anggaran APBD, Pemkab kemudian mengajukan permohonan dana hibah kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Alhamdulillah, berkat doa, kerja keras, dan sinergi berbagai pihak, pada akhir tahun 2024 Kabupaten Kebumen menerima dana hibah senilai Rp15 miliar lebih. Hibah tersebut telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah,”ujarnya.
Bupati mengakui, rekonstruksi jembatan ini sangatlah penting, lantaran bisa kembali menghubungkan wilayah Kecamatan Puring dan Kecamatan Buayan. Memperpendek jarak tempuh, memperlancar distribusi barang dan jasa.
“Yang lebih penting lagi, membangkitkan kembali denyut perekonomian masyarakat. Ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga pemulihan konektivitas sosial dan ekonomi antarwilayah,”paparnya.
Bupati meminta kepada seluruh pihak baik penyedia jasa, konsultan pengawas, maupun dinas teknis, bekerja dengan profesional, akuntabel, dan transparan.
“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Jaga komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,”tandas Lilis.
Sebelumnya Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, kontrak kerja rekonstruksi jembatan Weton Kulon telah dimulai pada 8 April 2025. Waktu pelaksanaanya selama 245 hari, sampai 8 Desember 2025 dengan anggaran sesuai tender Rp 14.84 miliar.
“Proyek ini akan dilaksanakan oleh PT Karya Adi Kencana, didampingi oleh CV Cahaya Konsultan sebagai konsultan pengawas, dan CV Amphidya Yodha Engineering sebagai konsultan perencana,”ujar Udy di lokasi.
Jembatan tersebut akan dibangun total dengan lebih dulu menghancurkan bangunan lama. Kemudian dibangun lagi tanpa ada tiang, melainkan menggunakan rangka baja, dengan menguatkan pondasi di sisi kanan dan kiri.
“Model pembangunannya sudah tidak kaya dulu yang menggunakan tiang. Sekarang tanpa tiang, karena untuk menghindari arus banjir, kita langsung rangka baja dengan menguatkan pondasi kanan dan kiri,”jelas Udy.
Kepala Desa Weton Kulon Dasikin menceritakan, Jembatan Weton Kulon pertama dibangun menggunakan beton pada 2010. Kemudian putus terkena banjir pada 2022. Sebelumnya, jembatan tersebut sudah ada, dibangun menggunakan sasak kayu dan bambu.
“Jembatan ini sudah lama sekali sejak saya kecil, itu jembatan sudah ada menggunakan sasak atau bambu, dan berulang kali rusak, sampai akhirnya dibangun beton 2010, tapi terus rusak kena banjir pada 2022,”terang Dasikin.
Setelah rusak terkena banjir 2022, pihak pemerintah desa sempat membangun kembali jembatan darurat Weton Kulon menggunakan bambu sebanyak tiga kali. Namun tetap hancur saat tiba musim hujan, sehingga dirinya pun memutuskan untuk tidak membangun lagi.”Habis itu saya sudah kapok, habis anggaran untuk bangun,” katanya.
Kini, kades menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Daerah atas dibangunnya kembali jembatan Weton Kulon. Baginya, pembangunan itu sangat berarti bagi seluruh warga Puring dan Buayan.
“Dengan dibangun jembatan ini, nanti kita tidak lagi muter 2 Km untuk bisa menyeberang sungai. Waktunya lebih pendek, aksesnya lebih cepat. Untuk itu kami seluruh warga Desa menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Daerah,”ucap Dasikin.
Komper Wardopo













