blank
Sekda Sumarno dan Pimwil Perum Bulog Jateng Sri Muniati memperkenalkan beras SPHP 5kg dan beras befood Setra Ramos 5kg yang tersedia di seluruh toko kelontong SRC. foto : istimewa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memperluas akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau, Perum Bulog Jateng melakukan kolaborasi strategis dengan jaringan toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC).

Sebanyak kurang lebih 870 toko kelontong SRC di Jawa Tengah siap mendistribusikan bahan pangan pokok (bapok) berkualitas dengan harga murah terjangkau bagi warga masyarakat seperti beras, minyak, dan gula.

Adapun ratusan toko SRC di Jawa Tengah ini merupakan bagian dari jaringan 10.000 toko kelontong SRC yang ada di seluruh Indonesia yang termasuk dalam program Rumah Pangan Kita (RPK).

Pemimpin Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati, menegaskan peran penting keberadaan SRC sebagai garda terdepan dalam memastikan distribusi pangan terjangkau bagi warga masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Bulog memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Melalui sinergi dengan SRC, kami bisa memperluas jaringan Rumah Pangan Kita. Hingga saat ini di Jawa Tengah sudah ada 431 SRC yang bersinergi menjadi RPK, dengan 373 di antaranya aktif beroperasi. Angka partisipasi mencapai 81% ini menunjukkan kolaborasi luar biasa. Target kami, 875 SRC di Jateng bisa bergabung menjadi sahabat RPK Bulog,” katanya saat acara Program Hulu ke Hilir Mendukung Kemandirian Pangan, Selasa 16 September 2025.

Adapun proyek percontohan SRC ini sudah terlaksana di wilayah Jateng – DIY sejak Februari – Agustus 2025 dengan melibatkan sekira 500 toko kelontong dengan total transaksi mencapai Rp4,1 miliar.

“Kontribusi jaringan toko kelontong SRC (Februari – Agustus 2025) menyumbang 17% dari saluran ritel Bulog. Bayangkan bila 10.000 toko ini aktif jadi mitra RPK, tentu efektivitas distribusi pangan khususnya beras SPHP akan semakin besar,” ungkap Sri Muniati.

Sebagai catatan, hingga saat ini sudah ada 471 toko kelontong SRC di Jawa Tengah yang sudah tergabung dalam program RPK, dimana dari jumlah tersebut ada sebanyak 373 toko kelontong terhitung sudah aktif mendistribusikan bahan pokok dari Bulog.

Tidak hanya itu saja, melalui kolaborasi strategis Perum Bulog dengan SRC ini juga memberikan pembinaan kepada para petani – petani tembakau di Jawa Tengah agar dapat mengembangkan komoditas lain.

“Jadi tidak hanya memperkuat hilir, tapi juga sektor hulu diperkuat melalui pembinaan – pembinaan kepada para petani. Harapannya ke depan para petani binaan SRC bisa menjadi mitra bulog dalam penyerapan gabah,” katanya.

Sementara itu, Sekda Jateng, Sumarno, mengatakan, dengan adanya kolaborasi stategis antara Perum Bulog dengan SRC ini merupakan langkah sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin menciptakan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

“Kolaborasi dari hulu hingga hilir ini tidak hanya menjamin keterjangkauan harga pangan, tetapi juga memberikan prospek bagi para petani. Distribusi pangan lewat jaringan SRC di kampung – kampung akan membantu menekan inflasi sekaligus menjaga keseimbangan harga,” katanya.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini