
Ketua pelaksana program SV Zero Discharge, Ir. Hanggoro Iskandar Putra Wijaya, menyampaikan bahwa seluruh sistem pengelolaan tersebut dipantau melalui dashboard berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan volume limbah, tingkat daur ulang, serta kondisi fasilitas secara real time.
“Limbah sudah tidak dianggap sampah lagi, tetapi bisa kita manfaatkan nilai gunanya,” ujarnya.
Menurut Hanggoro, pendekatan tersebut diwujudkan melalui lima pilar keberlanjutan, yaitu pengelolaan air hujan, pemanfaatan air olahan, tata kelola sampah dan limbah terpadu, reduksi limpasan permukaan (zero run off), serta ekonomi sirkular.
Selain peresmian program tersebut, SV UNDIP juga melaksanakan deklarasi komitmen SV Zero Discharge yang diikuti jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan seperti BEM dan Senat Mahasiswa SV.
Melalui deklarasi tersebut, civitas academica Sekolah Vokasi berkomitmen mengelola sumber daya air secara bijaksana, mengurangi pemborosan energi, menerapkan pengelolaan limbah berkelanjutan, serta mengembangkan inovasi, pembelajaran, penelitian, dan solusi terapan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan lingkungan.
Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, mengapresiasi inisiatif Sekolah Vokasi yang dinilai telah menghadirkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjadi teladan dalam penerapan keberlanjutan melalui langkah-langkah konkret, bukan sekadar menjadikannya sebagai wacana.
“Kampus sudah saatnya menunjukkan praktik keberlanjutan yang nyata. Sekolah Vokasi telah memberikan contoh yang baik dan dapat direplikasi di fakultas maupun sekolah lain di lingkungan UNDIP,” ungkapnya.
Prof. Suharnomo berharap pengembangan SV Zero Discharge dapat menjadi model pengelolaan sumber daya yang diterapkan lebih luas di lingkungan UNDIP, sekaligus mendukung upaya pengurangan penggunaan air tanah dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Program ini juga diharapkan menjadi living laboratory for sustainability, tempat sivitas akademika belajar, meneliti, dan mengembangkan inovasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),” pungkasnya.
Hery Priyono













