JEPARA (SUARABARU.ID) – Gedung PGRI Kabupaten Jepara, Sabtu 20 Juni 2026 menjadi saksi semangat ribuan guru dalam penyelenggaraan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII. Mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju”, forum organisasi tertinggi di bawah Konferensi Kabupaten ini dihadiri oleh utusan dari 18 cabang serta pengurus pleno untuk merumuskan arah organisasi setahun ke depan.
Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., yang hadir langsung, menekankan bahwa PGRI harus tetap setia pada cita-cita kelahirannya, yaitu mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan, dan menyejahterakan anggota. Ia mengajak seluruh anggota untuk membangun solidaritas kuat dengan mitra strategis, terutama pemerintah daerah, guna memastikan perlindungan guru berjalan optimal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Jepara, Darono Adi Widodo, S.Pd. Ind., memaparkan bahwa organisasi terus bertransformasi.

”Salah satu terobosan utamanya adalah pengembangan sistem data terpadu melalui sinkronisasi data PB PGRI dan DASPEN Jawa Tengah ke dalam aplikasi Sanduka yang kini telah memiliki server mandiri,” ujar Darono
Inovasi dan Program Kerja 2026
Konferensi ini membagi pembahasan ke dalam lima komisi yang menghasilkan keputusan-keputusan strategis:
Komisi A (Organisasi & Kaderisasi): Fokus pada penguatan kapasitas pengurus dan realisasi Kartu Anggota Digital. Komisi ini juga mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan UMKM dengan produk berlabel “Perempuan PGRI Kabupaten Jepara”.
Komisi B (Hukum & Perlindungan Profesi): Menyepakati penyediaan layanan bantuan hukum 24/7 melalui WhatsApp pengaduan dan website resmi. Selain itu, direncanakan Workshop HAKI pada Oktober 2026 untuk melindungi karya intelektual para guru.
Komisi C (Profesi & Digitalisasi): Melalui PSLCC, PGRI akan aktif mengadakan webinar rutin (seperti Vibe Coding dan AI) serta membentuk Asosiasi Guru Penulis Literasi (AGPL) bekerja sama dengan Forum Pena Guru Literasi Jepara yang akan dikomadoi oleh APKS.
Komisi D (Keuangan & Usaha): Menetapkan pengembangan unit usaha di bawah PT. PSB (Pendidik Sejahtera Bersama), termasuk Tour & Travel dan katering. Menariknya, anggota kini bisa menikmati potongan harga 30% saat berwisata di wilayah Jepara cukup dengan menunjukkan kartu PGRI.
Komisi E (Kesejahteraan & Pernyataan Sikap): Merumuskan 15 poin pernyataan sikap, di antaranya mendesak rekrutmen CPNS Guru, jaminan keamanan guru dari kriminalisasi, serta pembayaran tunjangan sertifikasi tepat waktu maksimal tanggal 15 setiap bulan.
Aksi Kemanusiaan dan Kesejahteraan
Selama tahun 2025, PGRI Jepara juga menunjukkan kepedulian nyata melalui pemberian bantuan bagi anggota yang terkena musibah, seperti kebakaran dan rumah roboh, serta penyaluran dana Sanduka sebesar Rp2.500.000 bagi 32 anggota yang meninggal dunia.
Dengan berakhirnya Konkerkab ini, PGRI Kabupaten Jepara optimis bahwa sinergi antara peningkatan kompetensi digital, perlindungan hukum yang kuat, dan kemandirian ekonomi melalui badan usaha akan membawa organisasi semakin bermartabat dan dipercaya oleh seluruh anggotanya.
Indria Mustika













