blank
Pemudik Lebaran yang menjadi bagian dari arus balik, saat berhenti di lampu Bangjo traffic light, menyampaikan apresiasi ke petugas Polri atas sukses pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Meski arus balik pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M) masih berlangsung, tapi rekayasa lalu lintas di Kota Wonogiri, Jawa Tengah, telah dihentikan untuk kemudian dikembalikan ke pengaturan normal. Masyarakat meyampaikan apresiasi terhadap sukses pelaksanaan Operasi Ketupat Candi.

Kebijakan penghentian rekayasa lalu lintas ini, dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, setelah menimbang bahwa situasi arus lalu lintas kondisinya sudah landai, berjalan lancar tanpa ada kekhawatiran macet. Walaupun arus balik pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M), masih berlangsung dan belum sepenuhnya tertuntaskan.

Diperkirakan, pelayanan arus balik akan berlangsung relatif lebih lama dibandingkan dengan kondisi arus mudik pra Lebaran Idul Fitri lalu. Karena sebagian kaum boro (perantau) yang tidak terikat oleh jam kerja kantor maupun pabrik, masih ada yang menunda kembali ke kota. Alasannya, ada yang berdalih ingin tinggal lebih lama di kampung halaman, karena ingin menunuggui famili yang punya kerja hajatan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Sabtu (28/3/26), menyatakan, Operasi Candi Ketupat 2026 sebagai pengamanan Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M), berlangsung dari Tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Dengan telah berkahirnya operasi kepolisian tersebut, pengamanan selanjutnya diteruskan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KYRD).

Menurut AKP Anom Prabowo, masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Polres Wonogiri dalam mengamankan Lebaran melalui Operasi Ketupat Candi 2026. Pengamanan yang dilakukan dinilai berjalan optimal, sehingga arus lalu lintas tetap lancar, aman, tertib dan terkendali.

Sejumlah warga dan pemudik, mengaku merasa nyaman selama melintas di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kehadiran personel kepolisian di berbagai titik strategis, seperti jalur utama, pos pengamanan (Pospam), serta pos pelayanan (Posyan), dinilai sangat membantu kelancaran perjalanan.

Terbantu

“Saya sangat terbantu dengan adanya petugas di lapangan. Arus lalu lintas jadi lebih tertib dan kami merasa aman selama perjalanan pulang ke kampung halaman,” ujar Bayu (45) salah satu pemudik asal Jakarta.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan, keberhasilan pengamanan Lebaran merupakan hasil sinergi Polri, TNI, Pemerintah Daerah, beserta seluruh stakeholder terkait. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas juga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Wonogiri menerjunkan personel secara maksimal untuk melakukan pengamanan secara all out. Termasuk melaksanakan pengaturan lalu lintas, patroli, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai langkah antisipasi,juga dilakukan untuk mengurai potensi kemacetan, termasuk rekayasa lalu lintas di titik rawan kepadatan.

Tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengendara, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Keberhasilan Polres Wonogiri dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri, menjadi wujud nyata dalam upaya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. Polri, tandas AKP Anom Prabowo, berupaya memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman terbaik kepada masyarakat.(Bambang Pur)