KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Anggota DPR RI, Vita Ervina, mengatakan bahwa perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berfokus ke 3T. 3 T pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) merujuk pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, yang menjadi prioritas Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menurunkan stunting dan mengatasi kerawanan pangan.
Dia mengatakan hal itu ketika ditemui di sela acara sosialisasi dalam rangka mendukung program MBG bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, di Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, hari ini (Jumat, 13/3/26). Acaranya dilangsungkan secara bertahap. Dengan peserta dari seluruh kecamatan yang ada.
Disebutkan, tujuan MBG adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak. Hal itu dalam mempersiapkan generasi emas 2045. “Tentu salah satunya agar memastikan anak-anak dapat asupan gizi yang tepat,” katanya.
Kecuali itu guna pengentasan stunting. Tetapi, setelah melihat sebaran SPPG yang ada di Indonesia, menurut dia, masih terfokus di dalam kota. “Sebagai wakil rakyat, saya mendorong perluasannya fokus ke 3T,” harapnya.
Alasan dia, di wilayah 3T, masih banyak anak-anak belum mendapat layanan dan asupan gizi yang cukup. “Saya berharap keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia terpenuhi,” tegasnya.
Dengan demikian, tujuan awal adanya program MBG dapat bermanfaat dan bisa tercapai.

Dikemukakan, hasil pengamatan dia di lapangan, kendala yang ditemui adalah soal distribusi. Selama ini pelaksanaan MBG bekerja sama dengan mitra. Kendalanya, salah satunya terpengaruh faktor geografis. Misalnya susah dijangkau.
Padahal, sebuah SPPG harus melayani 2.000 sampai 3.000. Maka, untuk mencapai porsi sekian itu, jumlah porsinya kadang kurang. “Akibatnya minat para mitra agak kurang,” katanya.
Terkait hal itu dia mengharap Pemerintah bisa lebih perhatian, khususnya terfokus pada anak di 3T, agar bisa mendapatkan layanan MBG.
Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Sleman (DIY), Harsono Budi Waluyo, saat ditemui di acara tersebut menyambut baik undangan Vita Ervina untuk mengisi acara sosialisasi. Dikatakan, wilayah kerja dia mencakup seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Yakni dari Salatiga sampai Cilacap, termasuk Kabupaten Magelang.
Disebutkan, Komisi IX DPR RI merupakan mitra kerja BGN. Kehadiran dia di acara itu untuk memberikan sosialisasi terkait MBG. Diharapkan, setelah sosialisasi itu peserta bisa tahu persis, MBG itu seperti apa. Maka, ketika terjadi hal-hal yang kurang pas dalam pelaksanaannya, mereka bisa melihat kejadian secara objektif dan memberi masukan yang konstruktif.
“Demi keberlangsungan atau perbaikan program MBG,” harapnya.
Eko Priyono













