blank
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memberikan keterangan usai apel gelar pasukan. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Polda Jawa Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang ini dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

Kegiatan apel sendiri dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan arus mudik, perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, hingga arus balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi membacakan amanat Kapolri yang menyampaikan, Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi kemanusiaan ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026) untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama momentum bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Ia menjelaskan, sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan selama masa operasi. Kerawanan tersebut meliputi ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum ormas, kenaikan harga maupun kelangkaan bahan pokok dan BBM. Selain itu, gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, hingga potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi tersebut.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jawa Tengah mengerahkan total 28.980 personel, yang terdiri dari 22.680 personel Polri dari Polda Jateng dan Polres jajaran serta 6.300 personel gabungan dari berbagai instansi dan dinas terkait.

Ribuan personel tersebut akan disiagakan di 219 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah, terdiri dari 1 pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, dan 148 pos pengamanan guna memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik hingga arus balik Lebaran.

Dalam keterangannya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan, selain melakukan pengamanan jalur mudik, Polda Jateng juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kepada masyarakat, guna mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

Dua program unggulan yang disiapkan yakni Valet Ride bagi pemudik sepeda motor serta layanan digital Chatbot Si Polan yang dapat diakses masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran.