GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Grobogan memperkuat kesiapan menghadapi Idulfitri 1447 Hijriyah melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Kamis (5/3/2026).
Melalui forum koordinasi tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan berbagai aspek pelayanan masyarakat di Grobogan berjalan optimal, mulai dari keamanan, kelancaran mobilitas hingga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Forum ini menghadirkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta instansi vertikal guna menyatukan langkah dalam mengantisipasi dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA : Tim Wasev Mabesad Tinjau TMMD di Somagede, Serahkan Bantuan Kaki Palsu
Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas masyarakat biasanya mengalami peningkatan signifikan. Arus mudik mulai bergerak, aktivitas perdagangan meningkat, serta kebutuhan layanan publik turut melonjak.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat diantisipasi secara terencana dan terukur.
Kegiatan rapat tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo yang hadir mewakili Bupati Setyo Hadi. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan sambutan Bupati yang menyoroti makna penting Ramadan dan Idulfitri bagi kehidupan masyarakat.
“Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum sosial dan ekonomi yang memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat,” demikian sambutan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri menuntut kesiapan berbagai sektor. Aktivitas perdagangan, pergerakan pemudik, serta kebutuhan pelayanan publik harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan.
Ia menyebut dengan adanya koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci penting. Sinergi antarinstansi diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan selama Ramadan hingga Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pemerintah daerah juga menyoroti sejumlah aspek strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat serta kelancaran arus mudik dan arus balik.
Selain itu, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok turut menjadi fokus pembahasan. Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Lebaran.
Kesiapan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dari pembahasan rapat tersebut. Pemerintah daerah menilai layanan kesehatan harus tetap siap melayani masyarakat, termasuk pemudik yang melintas di wilayah Grobogan.
Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo menekankan pentingnya dukungan tenaga kesehatan di titik pelayanan masyarakat. Ia meminta Dinas Kesehatan menyiapkan petugas yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar.
Tenaga kesehatan tersebut akan mendukung keberadaan Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi Kementerian Agama. Program ini bertujuan menyediakan tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik.
Di Grobogan, sebanyak lima masjid disiapkan sebagai lokasi layanan tersebut. Selain menjadi tempat beribadah, masjid juga dilengkapi fasilitas istirahat serta layanan kesehatan dasar.
Kesiapan Pengamanan
Sementara itu, Polres Grobogan menyampaikan kesiapan pengamanan selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Kepolisian menyiapkan ratusan personel untuk menjaga keamanan masyarakat.
Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis melalui pos pengamanan dan pos pelayanan. Pengamanan tersebut juga akan diperkuat melalui Operasi Ketupat Candi 2026.
Kepolisian turut mengingatkan potensi gangguan ketertiban masyarakat selama Ramadan. Fenomena perang sarung serta balap liar yang melibatkan remaja usia sekolah menjadi perhatian khusus.
Karena itu, pengawasan serta pendekatan preventif dinilai perlu diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Infrastruktur Jalan
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto dalam rapat tersebut menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur jalan. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera melakukan penanganan jalan berlubang.
Perbaikan dilakukan melalui penambalan di ruas-ruas jalan strategis yang kerap dilalui pemudik. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik.
Sekda juga meminta DPUPR menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait rencana perbaikan jalan yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.
Menurutnya, transparansi informasi penting agar masyarakat mengetahui arah penanganan infrastruktur yang akan dilakukan pemerintah secara bertahap.
Saat memandu penarikan kesimpulan rapat, Sekda menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di Grobogan relatif stabil.
“Dan bahan pokok komoditas alhamdulillah secara keseluruhan kondisinya stabil,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta perangkat daerah terkait melakukan pemantauan secara intensif. Pengawasan dilakukan terhadap kemungkinan fluktuasi harga bahan pokok.
Selain itu, pengawasan juga mencakup potensi peredaran makanan kedaluwarsa, daging gelonggongan, hingga peredaran uang palsu yang berpotensi meningkat saat aktivitas masyarakat meningkat.
BACA JUGA : Angkutan Lebaran 2026, PT DLU Operasikan 5 Armada Kapal Rute Semarang – Kalimantan
Sekda juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan bahan bakar minyak dan gas. Ketersediaan energi dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran.
Cuaca Ekstrem
Di sisi lain, pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan yang masih tinggi membuat beberapa wilayah rawan banjir dan longsor.
BPBD bersama dinas terkait diminta memantau kondisi sungai, tanggul, serta potensi banjir di sejumlah titik rawan.
Selain itu, para camat diminta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan yang dilalui jalur kereta api. Penjagaan perlintasan sebidang maupun tidak sebidang yang selama ini dilakukan secara swadaya diharapkan tetap berlangsung selama 24 jam.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
TYA WIDYA













