KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Kamis (5/3) 2026.
Kedatangan Sakti Wahyu Trenggono disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Sekda Edi Rianto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Kampung Nelayan Merah Putih Karangduwur merupakan kawasan strategis yang dihuni oleh 5.136 jiwa dari 1.572 Kepala Keluarga (KK).
Sektor kelautan menjadi tulang punggung ekonomi wilayah ini dengan 441 nelayan yang mengoperasikan 322 unit kapal. Komoditas unggulan yang dihasilkan meliputi ikan layur, trejet, tongkol, udang, dan bawal.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengucurkan anggaran fisik sebesar Rp 10,1 miliar untuk membangun 19 poin intervensi infrastruktur guna meningkatkan produktivitas nelayan, di antaranya:
Fasilitas Operasional: Shelter pendaratan ikan, tangga pendaratan, area parkir perahu, dan tangki air laut (5.000 liter).
Sarana Pendukung: Pabrik es portable slurry, gudang beku portable, kios perbekalan, dan kios kuliner.
Sanitasi & Lingkungan: IPAL, tempat pembuangan sampah (TPS), tangki air bersih (12.000 liter), serta toilet umum.
Infrastruktur Umum: Kantor pengelola, balai nelayan, musholla, gerbang gapura, rumah genset, dan penerangan jalan.
Kepala Dinas Linkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen Asep Nurdiana, menjelaskan KNMP merupakan program transformasi fisik dan ekonomi. Operasional seluruh fasilitas ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Pembangunan di Karangduwur ini telah selesai 100% dan tinggal menunggu peresmian serentak. Tahun 2025 lalu terdapat 100 titik KNMP se-Indonesia, dan tahun 2026 direncanakan mencapai 1.000 titik. Kami juga telah mengusulkan lokasi tambahan seperti TPI Pasir, Tanggulangin, Argopeni, dan Karangbolong,”terang Asep.
Asep Nurdiana juga menjelaskan terkait status Pengelolaan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Tegalretno, Petanahan, yang kini dialihkan pengelolaannya dari KKP kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Menurut Asep, saat ini proses inventarisasi aset untuk pelimpahan dari KKP kepada pihak Agrinas masih berlangsung dan membutuhkan waktu agar transisi berjalan sesuai prosedur.”Masih operasional, karyawannya juga masih kerja,” jelas Asep.
Sementara itu Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Miftakhudin, menambahkan, kehadiran koperasi bertujuan meningkatkan daya saing nelayan. Hingga saat ini, tercatat 30 anggota resmi telah terdata. Syarat keanggotaan meliputi fotokopi KTP, pas foto, simpanan pokok sebesar Rp 100.000, serta simpanan wajib Rp 10.000 per bulan.
Bupati Lilis Nuryani memaparkan potensi besar pesisir Kebumen yang memiliki garis pantai sepanjang 63,53 km. Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap Kebumen mencapai 14.748 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp 216,25 miliar.
“Terima kasih atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Karangduwur. Tentunya ini sangat membantu para nelayan di sini,”tutur Lilis.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, kunjungannya bertujuan memastikan infrastruktur yang dibangun sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.
“Saya datang untuk melihat apakah bangunan yang didesain untuk meningkatkan produktivitas ini berjalan sesuai rencana atau tidak. Nantinya, semua fasilitas ini akan dikelola secara profesional oleh koperasi untuk melayani para nelayan,”tegas Menteri Trenggono.
Kunjungan ditutup dengan sesi dialog akrab antara menteri dan para nelayan, yang kemudian diakhiri dengan pembagian bantuan beras sebagai wujud kepedulian pemerintah.
Komper Wardopo













