JAKARTA (SUARABARU.ID) – Bupati Kabupaten Nias Utara, Amizaro Waruwu, menjadi sorotan publik setelah aksinya yang sujud dalam suatu acara yang dihadiri Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama sejumlah pejabat lainnya, di Kantor Kemendes, Jakarta.
Aksi sujud tersebut langsung viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial. Ragam komentar pun bermunculan. Tindakan Bupati Nias Utara itu dilakukan sebagai bentuk permohonan agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kemiskinan dan keterbatasan pembangunan di daerahnya.
Dalam momen tersebut, Amizaro Waruwu menyampaikan keluh kesah mengenai kondisi daerah yang menurutnya masih bertarung dengan kemiskinan serta keterbatasan pembangunan di berbagai sektor. Ia menilai masyarakat di Nias Utara masih menghadapi banyak kesulitan, mulai dari terbatasnya infrastruktur hingga kurangnya kesempatan ekonomi.
“Kami ini sudah capek miskin,” ucap Amizaro Waruwu. Dia memohon perhatian lebih dari pemerintah pusat dan berharap bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Minta Perhatian Khusus
Menurutnya, sebagai daerah yang berada di wilayah kepulauan, pembangunan di Nias Utara membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat. Ia berharap adanya perhatian khusus agar pembangunan di daerah tersebut bisa lebih merata dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
Aksi sujud tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial dan masyarakat. Banyak yang menilai tindakan itu sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin daerah yang ingin memperjuangkan kondisi warganya. Di sisi lain, ada pula yang berharap agar pemerintah pusat dapat segera merespons dengan program pembangunan yang lebih nyata.
Pemerintah daerah berharap perhatian dari pemerintah pusat dapat membantu mempercepat pembangunan di Nias Utara, sehingga masyarakat tidak lagi terjebak dalam kondisi kemiskinan dan keterbatasan yang telah berlangsung cukup lama.
Sebagian netizen menyampaikan dukungan dan empati. “Ini bukan soal gengsi, ini soal rakyatnya. Kalau memang itu cara terakhir agar didengar, saya dukung,” tulis salah satu pengguna X.
Yohana Djola Djoru













