blank
Personel Polsek Pracimantoro bersama tenaga medis dari Puskesmas-1 Pracimantoro, mendatangi lokasi persawahan sebagai tempat ditemukan Kakek Sukino meninggal.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Seorang kakek, dilaporkan meninggal secara mendadak saat memanen padi di sawah. Lokasinya di persawahan Dusun Ngulu Tengah, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Pracimantoro AKP Bunal Eko Trilaksono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, kejadiannya berlangsung Selasa (3/3/26). Korban bernama Sukino (80), warga asal Desa Belikurip, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Kejadiannya, bermula sekitar Pukul 13.00, korban bersama rekan-rekannya memanen padi di sawah yang berada di wilayah Ngulu Tengah, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Pada Pukul 15.00, hujan turun dan korban berteduh di gubuk sawah. Tapi tak berselang lama, korban pamit kepada temannya untuk mengambil sabit yang tertinggal. Sejak itu, korban tidak kunjung kembali. Merasa curiga, temannya berupaya mencari korban ke lokasi petak tanaman padi yang dipanen. Betapa kagetnya, mendapati korban tergeletak di dekat tumpukan padi yang dipanen, dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Setelah diperiksa secara cermat, Kakek Sukino yang tergeletak tersebut, ternyata sudah tidak bernapas. Pada pergelangan tangannya, tidak lagi memunculkan denyut nadi. Temuan kematian mendadak ini, segera dilaporkan ke Pamong Desa setempat, dan diteruskan ke Polsek Pracimantoro.

Mendapat laporan, anggota Polsek Pracimantoro langsung menuju lokasi, untuk melakukan penanganan. Bersama petugas medis dari Puskesmas-I Pracimantoro, kemudian dilakukan pemeriksaan pada jenazah korban. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Kematian korban, diduga karena masuk angin duduk atau terkena serangan jantung mendadak. Tapi berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit asam lambung. Pihak keluarga dapat menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak menuntut kepada pihak manapun, serta menolak tindakan autopsi pada jenazah korban.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kakek Sukino kemudian diserahkan kepada keluarganya, dengan disaksikan Perangkat Desa Pracimantoro. Untuk selanjutnya, dilakukan pemakaman sesuai dengan adat masyarakat.(Bambang Pur)