GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peringatan Tiga Abad Kabupaten Grobogan berlangsung khidmat di Alun-Alun Purwodadi, Rabu (4/3/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Grobogan untuk meneguhkan kembali komitmen kebersamaan dan arah pembangunan daerah.
Bupati Grobogan Setyo Hadi memimpin langsung upacara Tiga Abad Kabupaten Grobogan yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, OPD, Camat, Kades dan elemen masyarakat.
BACA JUGA : Ketua DPD PDIP Jateng Beri Arahan ke DPC Kebumen dan Fraksi
Dalam momentum tersebut, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Grobogan sekaligus pijakan menyongsong masa depan.
Setyo Hadi tampil berwibawa mengenakan beskap lurik lengkap dengan kain jarik motif batik khas Grobogan.
Penampilannya merefleksikan kekayaan budaya lokal yang tetap dijaga dalam balutan seremoni resmi pemerintahan.
Prosesi upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Mantan Bupati Sri Sumarni turut hadir dan tampak anggun mengenakan kebaya biru yang dipadukan dengan hijab merah.
Seluruh camat hingga kepala desa se-Kabupaten Grobogan memadati lapangan. Mereka mengikuti setiap rangkaian seremoni dengan penuh khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah daerah.
Dalam amanatnya, Setyo Hadi menegaskan bahwa perjalanan tiga abad bukan sekadar hitungan waktu.
Ia memaknai rentang sejarah tersebut sebagai catatan perjuangan dan pengabdian panjang para pendahulu.
BACA JUGA : Satgas TMMD Finishing Pipanisasi Somagede, Dandim: Pembangunan Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
“Saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Bupati dan Wakil Bupati pendahulu,” tegas Setyo Hadi di podium utama.
Ia menilai para pemimpin terdahulu telah meletakkan fondasi kokoh bagi keberlanjutan pembangunan.
Pondasi itulah yang membuat Grobogan tetap berdiri tegak dan terus melangkah maju hingga kini.
Setyo Hadi secara terbuka mengajak seluruh peserta upacara melakukan refleksi diri. Ia meminta masyarakat menengok kembali perjalanan sejarah tiga abad sebagai bahan pembelajaran bersama.
Refleksi tersebut, menurutnya, penting untuk mengevaluasi capaian maupun kekurangan yang masih ada. Dengan begitu, pemerintah dan masyarakat dapat menatap masa kini dengan tanggung jawab kolektif.
BACA JUGA : Pebalap Bintang Pranata Kibarkan Merah Putih di Moto4 Asia Cup Buriram Thailand
Pemerintah Kabupaten Grobogan, lanjutnya, berkomitmen merancang masa depan daerah melalui perencanaan pembangunan yang matang dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program demi kesejahteraan warga.
Setyo Hadi mengakui masa kepemimpinannya bersama Sugeng Prasetyo yang baru berjalan sekitar satu tahun masih menyisakan pekerjaan rumah. Ia menyadari banyak agenda pembangunan yang harus dituntaskan.
Dirinya juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Meski belum sepenuhnya optimal, ia memastikan jajarannya bekerja maksimal untuk masyarakat.
Setyo Hadi turut mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan warga. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai capaian pembangunan.
Kerja sama solid antarinstansi, kata dia, menjadi kunci perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi lintas sektor dinilai mempercepat proses pembangunan.
Pemerintah daerah saat ini mengusung visi Nyawiji Bangun Desa, Nata Kutha. Visi tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan dan menentukan arah kebijakan strategis.
Melalui semangat tersebut, pemerintah mendorong pembangunan desa sebagai fondasi utama kemajuan. Pada saat yang sama, pemerintah menata kawasan perkotaan agar lebih tertib dan nyaman.
Setyo Hadi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian kearifan lokal. Ia ingin Grobogan tumbuh sebagai daerah berdaya saing tanpa kehilangan identitas budaya.
BACA JUGA : Resmikan Embung Plosorejo di Sragen, Gubernur Luthfi Perkuat Irigasi 50 Hektare Sawah dan Ketahanan Pangan Jateng
Ia berharap peringatan tiga abad ini semakin mempererat persatuan warga. Menurutnya, keharmonisan dan perdamaian menjadi modal dasar dalam membangun daerah.
Optimisme pun mengemuka dalam pidatonya. Ia meyakini masa depan Grobogan akan semakin gemilang jika seluruh pihak bersatu mendukung program pembangunan.
Semangat gotong royong yang telah mengakar di tengah masyarakat dinilai sebagai kekuatan utama. Nilai itu, kata dia, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai momentum mempertegas arah pembangunan jangka panjang.
Melalui refleksi Tiga Abad Kabupaten Grobogan, Setyo Hadi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen bersama. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari sinergi antara pemerintah dan warga Kabupaten Grobogan.
TYA WIDYA













