blank
Petugas DPU melakukan pengecekan jembatan Persen Gunungpati dari sebelumnya berkonstruksi kayu (insert) menjadi cor beton beraspal. Foto : Dok. DPU

SEMARANG (SUARABARU.ID) –  Jembatan Persen di Jalan Jembatan Kali Kidang, Gunungpati diganti konstruksi yang semula kayu kini diubah menjadi cor beton oleh DPU Kota Semarang.

Proyek senilai Rp4,61 miliar ini mengubah jembatan yang awalnya hanya berkonstruksi kayu menjadi jembatan baja yang dicor beton guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.

“Jembatan Persen saat ini sudah bisa dilewati oleh mobil pribadi dan kendaraan roda dua, namun kami memberlakukan larangan bagi kendaraan berat seperti truk untuk melintas. Langkah ini diambil guna menjaga usia teknis jembatan baja yang baru saja selesai dipugar atas masukan dari masyarakat ini,” ujar Suwarto, Kepala DPU Kota Semarang, Rabu 21 Januari 2026.

Jalur Tembus Undip – Unnes

Sebagai jalur tembus strategis antara kampus Unnes dan Undip, proyek ini juga mencakup pengaspalan jalan pendekat serta pemasangan bronjong, dinding penahan tanah sepanjang 58 meter, dan sistem drainase yang memadai untuk ketahanan jangka panjang.

Renovasi ini merupakan tindak lanjut Pemkot Semarang terhadap aspirasi warga melalui kanal aduan resmi AWP Lapor Semar dan media sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan proaktif melaporkan (kondisi infrastruktur) melalui kanal AWP Lapor Semar maupun media sosial DPU,” lanjutnya.

Untuk menjaga kualitas infrastruktur secara luas, DPU Kota Semarang juga menerjunkan tim rencana teknis yang rutin melakukan survei di berbagai wilayah. Fokus utama pemantauan adalah memastikan jalan-jalan penghubung antar wilayah tetap dalam kondisi layak sehingga tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

“Tim rencana teknis kami rutin melakukan survei lapangan untuk memantau kondisi jalan di Kota Semarang secara menyeluruh. Jalan yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi yaitu berdasarkan tingkat kerusakan, intensitas penggunaan, dan banyaknya aduan masyarakat,” pungkasnya.

Hery Priyono