blank
Kepala SMP Negeri 1 Welahan Rofi’i, S.Pd., M.Pd. saat menyampaikan sambutan. Foto: Ofi

JEPARA (SUARABARU.ID) – SMP Negeri 1 Welahan menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 15 Januari 2026. Acara tersebut bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan dengan suasana yang khidmat dan penuh makna. Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh salah satu murid, yaitu Muhammad Yusa’ Mughist.

Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta mengikuti lantunan salawat Nabi yang dipimpin oleh tim hadrah sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga sekolah serta meneladani akhlak Rasulullah SAW. Tidak lupa juga untuk memperdalam pemahaman murid tentang pentingnya ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari.

blank
Kyai Nurul dalam Menyampaikan Tausiyah. Foto: Ifo

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 1 Welahan Rofi’i, S.Pd., M.Pd. menyampaikan hikmah Isra’ Mi’raj atau biasa disebut rajaban merupakan peristiwa yang  menjadi tonggak diterimanya perintah salat lima waktu, yaitu subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya, sebagai kewajiban utama umat Nabi Muhammad SAW.

“Perintah salat lima waktu ini merupakan hadiah langsung dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, salat harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Khususnya generasi muda Spenzala, panggilan akrab untuk murid maupun alumni SMP Negeri 1 Welahan,” ujarnya . Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati diharapkan dapat diterapkan baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, tambahnya

blank
Antusias Murid dalam Memperingati Isra’ Mi’raj. Foto: Ofi

Sebelum memasuki puncak acara dalam peringatan Isra’ Mi’raj tentunya ada suguhan penampilan dari salah satu murid SMP Negei 1 Welahan yang mempunyai suara emas, yaitu Syarifa Kamila Ahmad. Dalam penampilannya murid yang akrab dipanggil Mila ini membawakan sebuah lagu realigi tiga bahasa.

Puncak acara Isra’ Mi’raj diisi dengan tausiyah yang  disampaikan oleh Kyai Nurul Fawaid. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan tentang makna peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu  perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari masjidil haram ke masjidil aqsa, kemudian dari masjidil aqsa ke sidratul muntaha. Sekaligus perintah salat lima waktu bagi umat Islam yang berjumlah 17 rakaat. Kyai Nurul Fawaid juga mengajak para murid untuk senantiasa menjaga salat, berakhlak mulia, dan menghormati guru, serta orang tua dalam kehidupan sehari-hari, karena salat sebagai tiang agama.

blank
Antusias Murid dalam Memperingati Isra’ Mi’raj. Foto: Ofi

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh warga sekolah senantiasa diberi keimanan yang kuat dan kemudahan dalam mengamalkan ajaran Islam.  Seluruh rangkaian kegiatan Isra’ Mi’raj berlangsung dengan tertib dan lancar. Dengan diselenggaakannya peringatan Isra’ Mi’raj ini, semoga dapat memberikan kesan mendalam bagi seluruh murid, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya dan menjadikan momentum tersebut untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Hadepe – Isnaini Rofiqotusy Syarifah, S.Pd.