blank
Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs. H. Junarso. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tahun baru bukan sekadar pergantian angka di kalender, melainkan momen simbolis untuk membuka lembaran baru dan menapakinya dengan optimisme baru. Karena itu  saat kita menyambut datangnya tahun 2026, harus   menjadi momentum bersama untuk melihat segala sesuatu dari sisi positif dan menempatkannya sebagai    harapan baik  bagi masa depan bersama seluruh warga Jepara

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs H. Junarso dalam wawancara khusus dengan SUARABARU.ID di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Selasa (30/12-2025) malam. “Hal ini penting. Sebab  walaupun Jepara memiliki potensi yang sangat kaya dan  berbagai capaian mengesankan  berhasil dicapai di sepanjang tahun 2025, namun dinamika dan tantangan lokal, regional dan global  yang dihadapi juga semakin meningkat,” tambahnya.

blank

Junarso lantas menyebut sejumlah potensi mulai sumber daya manusia yang memiliki  keunggulan komparatif dan kompetitif, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, budaya, hingga infrastruktur transportasi yang semakin baik dapat menjadi modal bagi perjalanan tahun 2026. “Juga sektor pariwisata dan  industri  yang menunjukkan tren menggembirakan,”  tambahnya

Menurut Junarso, optimalisasi pengelolaan potensi tersebut karena  masyarakat Jepara memiliki “genetika” yang di wariskan turun menurun oleh para leluhur Jepara. “Masyarakat Jepara memiliki kreatifitas dan inovasi yang tinggi, sikap adaptif terhadap perubahan, keberanian dan jiwa wira usaha yang tinggi. Juga masyarakatnya  sangat religius  dan hidup dalam spirit  kerukunan yang nyata,” tuturnya.

blank
Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs H. Junarso. Foto: Hadepe

Wakil Ketua DPRD Jepara ini juga menilai, program Jepara Mulus telah menunjukkan “performance” kinerja pelayanan publik  yang secara obyektif dapat dirasakan oleh masyarakat Jepara sebagai progres yang semakin meningkat. “Namun demikian  tentu masih ada kinerja pembangunan yang perlu yang perlu terus  ditingkatkan pada tahun 2026  di semua jenjang pemerintahan, utamanya pada urusan wajib pelayanan  dasar mulai pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang, perumahan rakyat hingga perlindungan masyarakat dan sosial.

Ia juga menegaskan, layanan sosial bagi masyarakat yang rentan seperti fakir miskin, anak terlantar dan penyandang disabilitas harus menjadi komitmen bersama. “Pemerintah harus memastikan Standar Pelayanan Minimal  hak-hak dasar warga negara terpenuhi. Karena    itu peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi salah satu  prioritas,” pungkasnya.

Junarso juga berharap program pemberdayaan petani, nelayan, perajin ukir,  bakul blanjan, dan usaha kecil  berbasis rumah tangga yang tersebar di berbagai pelosok desa terus  mendapatkan perhatian secara adil dan proporsional.

Hadepe