blank
Penanaman pohon bersama di kawasan RTH Jembangan, petak 54D, di dekat Gua Terawang, Todanan Blora, Selasa 30 Desember 2025. Foto: Kudnadi Saputro Blora

‘Gerakan Tanam Pohon’ di Blora 450 pohon ditanam didekat Gua Terawang Todanan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Penanaman pohon bersama yang digelar di kawasan RTH Jembangan, petak 54D, di belakang Gua Terawang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa 30 Desember 2025, oleh Bupati Blora bersama Administratur Perhutani (ADM) KPH Blora beserta jajaran, Kacab Dinas Kehutanan, ‘Tingkatkan Sinergi Hijaukan Bumi’.

Dalam penanaman pohon tersebut, jenis tanaman yang ditanam meliputi 350 pohon alpukat, 50 pohon mangga, dan 50 pohon kedondong, di dekat area tempat wisata Goa Terawang.

Hadir pada penanaman pohon, Forkopimda Blora, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Dandim dan Kejaksaan, Forkopimcam, Administratur Perhutani KPH Blora, ADM KPH Cepu dan KPH Randublatung.

Administratur Perhutani KPH Blora, Yeni Ernawati menjelaskan bahwa kegiatan penanaman dilakukan di kawasan perlindungan yang layak untuk penghijauan. Ia mengatakan bahwa penanaman di wilayah bekas tebangan Perhutani sebenarnya telah selesai lebih awal karena musim hujan datang lebih cepat tahun ini.

‎‎“Untuk kegiatan kali ini dan kedepan, salah satunya kita fokuskan di kawasan perlindungan, yaitu di petak 54D RTH Jembangan. Kawasan ini berfungsi melindungi sungai serta Goa Macan, sehingga sangat tepat untuk dilakukan penanaman tanaman buah,” ungkap ADM KPH Blora.

‎‎Disampaikan, pemilihan tanaman buah bertujuan agar kawasan hutan dapat memberikan manfaat hasil hutan bukan kayu tanpa mengurangi fungsi lindungnya. Hal ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.

‎‎“Kami berharap 47 persen wilayah Kabupaten Blora yang berupa kawasan hutan bukan menjadi hambatan pembangunan, tetapi justru menjadi peluang. Namun tentu harus sesuai fungsi kawasan, misalnya di kawasan perlindungan tidak ditanami palawija agar tidak memicu erosi dan pendangkalan sungai,” imbuh ADM KPH Blora.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan pentingnya gerakan menanam pohon secara masif dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

“Ini adalah upaya bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan semua pihak,” ujar Bupati Blora.

Sedekah Pohon

‎Lebih lanjut, ‎Bupati Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Administratur Perhutani KPH Blora beserta jajaran, Kacab Dinas Kehutanan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan kali ini.

‎‎“Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke ITB, IPB, UGM, dan perguruan tinggi lainnya. Alhamdulillah, sudah ada komitmen dari beberapa kampus untuk ikut menyumbangkan pohon, termasuk pohon buah-buahan,” ucap Bupati Blora.

‎Bupati Blora meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengkoordinasikan pengumpulan dana CSR dari berbagai pihak guna mendukung gerakan penanaman pohon di Kabupaten Blora. Menurutnya, langkah ini sangat penting sebagai investasi lingkungan untuk generasi mendatang.

‎“Kita tidak ingin anak cucu kita nanti menghadapi bencana banjir seperti di daerah lain akibat hutan yang gundul. Gejala-gejala itu sudah mulai terlihat di beberapa tempat, sehingga harus kita antisipasi sejak sekarang,” tegas Bupati Blora.

‎‎Dikemukakan, agar pada tahun depan seluruh camat bersama kepala desa di wilayah masing-masing menggerakkan penanaman pohon di kantor maupun lingkungan sekitarnya. Ia juga mengapresiasi Kementerian Agama yang telah mengawali gerakan ini, termasuk melalui program sedekah pohon bagi calon pengantin.

‎‎“Ini sangat bagus. Kedepan, sekolah-sekolah juga akan kita kaji karena masih banyak halaman sekolah yang terbuka dan bisa ditanami pohon yang bermanfaat. Saya minta OPD terkait merumuskan agar gerakan ini bisa berjalan sukses,” tandas Bupati Blora.

Kudnadi Saputro