blank
Kondisi sepeda motor yang rusak berat setelah ditabrak truk tronton di jalur tengkorak Kertek Wonosobo. Foto : SB/dok Humas Polres

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di jalur rawan kecelakaan atau di jalur tengkorak Parakan–Wonosobo, tepatnya di wilayah Candimulyo, Kertek, Selasa sore (30/12/2025) tadi, sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebuah truk ber-Nopol AA-8173-OG, yang diduga mengalami rem blong menghantam sejumlah kendaraan, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Korban luka masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kertek.

Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto, SH MH di lokasi kejadian menjelaskan, truk melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo dalam kecepatan tinggi karena diduga mengalami rem blong.

Saat memasuki jalur menurun dengan kondisi hujan, sistem pengereman diduga tidak berfungsi secara optimal. Sehingga truk tronton melaju kencang tanpa bisa dikendalikan dan berhenti setelah masuk jurang.

“Truk mengalami rem tidak berfungsi dengan baik. Kendaraan kemudian menabrak mobil yang terparkir, lalu terus melaju dan bertabrakan dengan mobil Avanza putih yang ditumpangi empat orang,” jelas AKP Seno.

Benturan keras membuat mobil Avanza oleng ke kiri, menghantam rumah warga, dan masuk ke parit. Dalam kejadian tersebut, tiga sepeda motor turut terseruduk truk dan mengalami kerusakan parah.

Dua korban dilaporkan meninggal dunia, masing-masing sopir truk dan satu pengendara sepeda motor. 1 korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan satu korban meninggal di RS PKU Muhammadiyah Kertek.

Sopir truk dan pengendara sepeda motor ditemukan meninggal di lokasi kejadian, sementara korban lainnya segera dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Kertek untuk mendapatkan perawatan medis.

“Total sementara dua orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka. Seluruh korban luka telah kami kirim ke RS PKU Muhammadiyah Kertek untuk mendapatkan perawatan medis” tambahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, dua unit mobil dan tiga sepeda motor mengalami kerusakan berat, dengan kerugian material masih dalam pendataan pihak kepolisian.

2 Korban Meninggal

blank
Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, SH MH saat memberikan keterangan pada wartawan. Foto : SB/dok tangkapan layar

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut yakni, truck tronton Nopol : AA-8173-OG, kenderaan bermotor, BYD Nopol : AA-1157-RN, Daihatsu Xenia Nopol : AA-1852-CE, sepeda motor Yamaha Vega, Honda Kharisma Nopol : AA-5130-RP dan Honda Vario Nopol : AA-5732-UF.

Pengemudi truck tronton Nuryadin (MD), wargs Madukoro, Kajoran, Magelang, pengemudi kendaraan bermotor Ikhsan Gafar asal Jl Gajah Mada No 20 Campursari, Walitelon Selatan, Temanggung

Adapun pengemudi Daihatsu Sunarwan, warga Catgawen, Caturanum, Parakan, Temanggung, pengendara Yamaha Vega ZR Kuwat (MD) warga Sontonayan Kapencar Kertek Wonosobo, pengendara Honda Kharisma Warsino Warnoto dan pengendara Honda Vario Suwarni.

Identitas korban yang meninggal dunia TKP, yakni Nuryadin, supir truk tronton dan pengendara Yamaha Vega XR Kuwat, mengalami luka berat, kepala memar, patah kaki kanan-kiri dan meninggal di RS PKU Muhammadiyah Kertek.

Peristiwa ini kembali menegaskan reputasi jalur Parakan–Wonosobo sebagai jalur tengkorak. Karena di jalur menurun panjang tersebut sering terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia atau dikenal dengan jalur tengkorak.

Sebelumnya, pada Minggu (28/12/2025), sebuah truk tronton bermuatan keramik juga mengalami kecelakaan di Simpang Tiga Pasar Kertek, yang masih berada di ruas jalan yang sama.

Polisi mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi jalur dengan kontur turunan dan tanjakan tajam tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait penyebab pasti kecelakaan di jalur tengkorak Kertek Wonosobo tersebut.

 

Muharno Zarka