blank
Melalui Kelompok KKN 12 Desa Samirejo, mahasiswa UMKU menggelar kegiatan penanaman apotek hidup yang dipadukan dengan sesi cicip produk jamu tradisional hasil buatan mahasiswa dan sosialisasi kesehatan mengenai manfaat jamu di Balai Desa Samirejo

KUDUS (SUARABARU.ID) – Upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan berbasis kearifan lokal terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Melalui Kelompok KKN 12 Desa Samirejo, mahasiswa menggelar kegiatan penanaman apotek hidup yang dipadukan dengan sesi cicip produk jamu tradisional hasil buatan mahasiswa dan sosialisasi kesehatan mengenai manfaat jamu di Balai Desa Samirejo, Rabu (24/12/2025).

blank

Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan,  Umi Faridah, Kepala Dusun  Maskuri, Perangkat Desa, Karangtaruna, tokoh masyarakat serta seluruh mahasiswa KKN 12.

Koordinator Desa KKN 12, Vila Saputri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program apotek hidup merupakan langkah awal mahasiswa untuk mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan sumber kesehatan alami yang mudah dijangkau dan berkelanjutan.

blank
Kelompok KKN UMKU 12 Desa Samirejo, menggelar kegiatan penanaman apotek hidup. Foto: Septiani

Dosen Pembimbing Lapangan, Umi Faridah, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekedar program kerja seremonial, melainkan titik awal perubahan pola pikir masyarakat desa. Menurutnya, apotek hidup dapat menjadi simbol kemandirian desa dalam menjaga kesehatan.

”Kegiatan ini adalah awal dari balai desa yang bergerak. Harapannya, ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga, karena jika mengkonsumsi obat kimia dalam jangka panjang tidak selalu aman. Dari apotek hidup ini masyarakat memiliki alternatif alami yang dapat meminimalisir risiko efek samping obat” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dusun Maskuri yang mewakili pemerintah desa. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap dapat dirawat serta dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga. Ketua RW 04 desa samirejo selaku tokoh masyarakat turut mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dan tanggung jawab bersama.

Selain penanaman apotek hidup, mahasiswa KKN 12 juga memperkenalkan produk jamu tradisional hasil olahan mereka. Produk jamu tersebut dapat dicicipi langsung oleh peserta kegiatan. Sesi ini mendapat respon positif, terlihat dari antusiasme warga dan perangkat desa yang tertarik pada cita rasa serta manfaat jamu yang diperkenalkan.

Sebagai rangkaian lanjutan, pada sore hari pukul 16.00 WIB, mahasiswa KKN 12 melaksanakan sosialisasi kesehatan kepada ibu-ibu desa di Balai Desa Samirejo. Kegiatan ini terintegrasi dengan pertemuan rutin Rabu Kliwonan dan difokuskan pada pemanfaatan apotek hidup serta pengenalan jamu tradisional sebagai pendukung kesehatan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 12 UMKU berharap Desa Samirejo dapat tumbuh menjadi desa yang mandiri, sadar kesehatan, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakatnya.

Hadepe –  Septiani, M. Gz / Dosen Gizi UMKU