JEPARA (SUARABARU.ID) – Keluarga besar Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara mengaku senang dan bangga. Sebab setelah bergabung dalam paguyuban yang dideklarasikan tanggal 30 Agustus 2025 di Lomba Ukir Semarak Budaya tahun 2025, harkat dan martabatnya sebagai seorang pengukir semakin di hargai. Mereka tidak lagi merasa terpinggirkan, walaupun upahnya belum juga beranjak naik.

Setidaknya mereka mencatat, ada beberapa even yang melibatkan mereka. “Walaupun hanya tampil 5 menit, kami pernah ikut siaran langsung Festival ANTV Rame,” ujar Rumini, ketua Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini yang baru saja mendapatkan anugerah penghargaan dari Bupati Jepara sebagai pelestari ukir bersama beberapa pengukir Jepara.

Terakhir 22 anggota paguyuban ini juga diambil gambarnya untuk mempersiapkan Program Melawan Lupa Metro TV yang akan disiarkan beberapa hari kedepan. “Yang membanggakan, peragaan mengukir ini kami lakukan di halaman belakang pendopo kabupaten Jepara,” tutur Rumini, juara 1 lomba ukir katgori perempuan tahun 2024 dan juga peraih Kartini Award perempuan pelestarian seni ukir Jepara.

Kartini dan Sri Maryati juga tercatat turut menandatangani deklarasi dukungan pengajuan seni ukir sebagai warisan budaya takbenda dunia di pendopoi Kabupaten Jepara. “Senang kami bisa foto bersama dengan Pak Bupati, Ibu Wakil Ketua MPR RI dan Duta Besar Bosnia,” kenang Sri Maryati yang juga juara 2 lomba ukir perempuan tahun 2024. Sri Maryati juga satu-satunya pengukir perempuan yang mendapatkan penghargaan 10 peserta favorit Lomba Cipta Cinderamata tahun 2025.

Apalagi mereka juga dilibatkan sebagai asisten instruktur dalam Kelas Pelajar Mengukir yang berlangsung dari tanggal 22 November – 20 Desember 2025 di Galeri Jepara Wood Carving di Pantai Kartini. “Kami merasa ketrampilan dan pengabdian kami sangat dihargai,” tutur Neli Kulfanik, salah satu anggota paguyuban.
Sementara Ama Rahmawati mengaku senang bergabung di paguyuban pengukir perempuan R.A. Kartini Jepara. “Ibarat lidi, kini kami bersatu menjadi sebuah sapu yang semakin kuat dan bermanfaat,” tutur perempuan dari Desa Mantingan yang juga dipercaya sebagai asisten instruktur kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara

Sementara Ketua Paguyuban Rumini mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pelestari Ukir Jepara yang dengan sungguh-sungguh membina dan memberdayakan seluruh anggora. “Bahkan mulai besok Minggu (22/12-2025) kami akan mendapatkan kursus bahasa Inggris gratis yang dibimbing oleh mbak Septiana Wibowo dan Mbak Amaliya Hidayah Rofiq secara gratis di galeri kami,” ujarnya
Ia juga mengajak pegukir perempuan Jepara untuk bergabung dengan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara. Setidaknya untuk silahturahmi dan syukur bisa bermanfaat untk memberdayakan pengukir perempuan Jepara yang jumlahnya terus berkurang.
Septiana Wibowo













