blank
Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo (kedua dari kanan) tengah mengayunkan cangkul untuk memimpin gerakan massal penanaman penghijauan di lahan kritis Gunung Kendil, Kelurahan Ngarjosari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gerakan massal penanaman pohon penghijauan, dilakukan di lahan kritis Gunung Kendil, Kelurahan Ngarjosari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Upaya untuk melakukan reboisasi dan konservasi lahan serta kelestarian ekologi lingkungan ini, dipimpin Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, gerakan massal penghijauan di lahan kritis tersebut dilaksanakan Kamis (18/123/25). Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam Tirtomoyo, bersama para Peragkat Kelurahan, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, serta masyarakat.

Kegiatan penanaman pohon dilakukan di lahan milik Perhutani yang berlokasi di Lingkungan Gunung Kendil, Kelurahan Ngarjosari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Dalam kegiatan tersebut, ditanam sebanyak kurang lebih 500 bibit pohon jenis Beringin (Ficus benyamina L), Jambu Biji (Psidium guajava L), dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra).

Hadir membersamai Kapolres, para Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri, Kapolsek Tirtomoyo, Kapolsek se-Distrik Baturetno, Camat Tirtomoyo, Danramil- 07 Tirtomoyo. Juga hadir jajaran Perhutani, Lurah Ngarjosari, para anggota TNI-Polri, serta perwakilan dari Ormas Pemuda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), Perangkat Kelurahan bersama warga masyarakat.

Telaga Blunyah

Selain kegiatan penghijauan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, pada hari yang sama juga dilakukan penanaman pohon sejumlah 150 bibit pohon beringin di Telaga Blunyah, di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) milik Perhutani. Lokasinya di Lingkungan Ngaluran, Kelurahan Bayemharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini, dipimpin oleh Kapolsek se-Distrik Pracimantoro bersama Forkopimcam, Perhutani, Lurah serta masyarakat setempat.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, mengatakan, pemilihan Pohon Beringin dalam kegiatan penanaman penghijauan tersebut, memiliki tujuan ekologis jangka panjang. “Kami memilih menanam Pohon Beringin, karena memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, khususnya untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” jelas Kapolres.

Disebutkan, akar pohon Beringin mampu mengikat tanah dengan kuat, sehingga efektif mencegah erosi dan tanah longsor, terutama di wilayah lahan kritis dan rawan bencana. Buah Pohon Beringin disukai aneka jenis burung oceh-ocehan.

Menurut Kapolres, selain berfungsi sebagai penahan tanah, pohon beringin juga berperan menjaga ketersediaan air tanah, menjaga konservasi tanah, serta menciptakan ekosistem yang lebih seimbang bagi lingkungan. (Bambang Pur)