blank
Siswa dan guru TK Cempaka Dermolo saat kunjungi Edu Wisata Jati Cinde . Foto: Sulis

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kegiatan pembelajaran semester satu sudah berlalu. Untuk mengisi jeda waktu sebelum penerimaan rapot sekolah mengadakan class meeting. Ada juga yang mengadakan kegiatan outing class dengan berbagai kegiatan pilihan. Outing class menciptakan pembelajaran menyenangkan, hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan belajar siswa.

Satu minggu sejak louncing oleh Camat Kembang Ahmad Widiyanto, SE.,M.M pengunjung Jati Cindhe Kembang semakin meningkat. Hari keempat dari lounching pengunjung mencapai 600 orang lebih, terdiri dari siswa TK, SD, wali murid TK juga komunitas kijang Jepara.

Eduwisata yang disediakan tim manajemen terdiri dari: permainan, fun game, outbound, menanam, menangkap ikan, cooking mewarnai donat, melukis dengan media streroform, dan juga gerabah.

blank
Kepala Sekolah, guru, dan siswa SDN 2 Balong di eduwisata Jati Cindhe. Foto: Sulis

Untuk menarik pengunjung, pengelola eduwisata menjalin kerjasama dengan pengusaha kereta kelinci desa Cepogo, pengrajin gerabah Mayong dan kolam renang Andina serta WLB Bangsri.

Setiap kegiatan dipusatkan di arena yang berbeda, anak diberikan kebebasan untuk memilih arena yang disukai antara lain: menanam, melukis, menangkap ikan maupun memasak. Seorang pengrajin gerabah dari Mayong ibu Suliyati sangat mendukung adanya arena melukis gerabah di eduwisata Jati Cindhe. Saya siap menyediakan gerabah berupa celengan, kendi maupun celengan karakter kartun juga cat sesuai kebutuhan pengunjung, ucapnya.

blank
Kehidupan melukis di celengan oleh siswa. Foto: Sulis

Pendamping maupun istruktur outbond sangat kompetent dibidangnya. Mereka sangat ramah menyambut dan mendampingi pengunjung, memberikan pelayanan prima sehingga pengunjung benar-benar puas.

Kamis, 18 Desember 2025 Eduwisata Jati Cindhe Kembang dikunjungi SDN 2 Balong sejumlah 100 peserta terdiri dari siswa dan guru. Juga dari TK Cempaka Dermolo sejumlah 50 peserta terdiri dari siswa, wali murid dan guru. Suasana ramai sekali menambah nilai eduwisata Jati Cindhe yang merupakan eduwisata lokal pilihan.

Hadi Supriyanto, S.Pd Kepala Sekolah SDN 2 Dermolo mengatakan,” Selain dapat belajar dan bermain bersama, anak-anak dapat mengembangkan minatnya dengan menanam, melukis ataupun memasak. Semoga ke depan Eduwisata Jati Cindhe menjadi pilihan pertama outing class sekolah sekitar, ujar Hadi Supriyanto, S.Pd yang juga sebagai ketua KKKS Kecamatan Kembang sekaligus ketua PGRI kecamatan Kembang.

blank
Outbound siswa bersama pemandu eduwisata Jati Cindhe. Foto: Sulis

Menurut Hadi, Edu Wisata di Jati Cindhe merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran di luar kelas yg dikemas dengan rangkaian kegiatan meningkatkan pengetahuan, kreatifitas, mengembangkan ketrampilan, dan mengenal lingkungan alam yg sangat menyenangkan

Sementara Nasuka, S.Pd selaku penanggung jawab dan Slamet, S.Pd management Buper Jati Cindhe aktif berkolaborasi dengan pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan agar eduwisata Jati Cindhe memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan juga untuk memajukan eduwisata yang menjadi andalan di kecamatan Kembang. Harapan kami  eduwisata Jati Cindhe dapat berkembang dan menjadi eduwisata pilihan di kecamatan Kembang, ucap Nasuka, S.Pd.

Anak-anak senang berkegiatan di Jati Chindhe, semoga ke depan lebih baik lagi. Dan semoga di tahun-tahun mendatang kami dapat membawa siswa untuk melakukan kegiatan outing class kembali, ujar Suliswanto, S.Pd guru SDN 2 Balong.

Siska salah satu pengunjung dari wali murid TK Cempaka Dermolo merasa senang mendampingi putrinya bermain sambil belajar. Outing class di eduwisata Jati Cindhe sangat memuaskan, tidak hanya siswa saja yang diajak bermain, wali murid juga ikut outbond bersama dengan putra putrinya, ucap Siska.

Sesuai program bupati Jepara, eduwisata Jati Cindhe hadir menjadi eduwisata pilihan di kecamatan Kembang kabupaten Jepara. Dengan adanya eduwisata Jati Cindhe yang berkolaborasi dengan Andina dan WLB Bangsri akan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap wisata lokal yang berdampak positif pada kemajuan Jepara.

Hadepe – Rofiatun, guru SDN 3 Tubanan