WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, masyarakat Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk dengan tiga orang dalang.
Pentas tersebut berlangsung Jumat malam (12/12/25) sampai Sabtu dinihari tadi (13/12/25). Panggung pakeliran wayang purwo ini, sengaja ditempatkan di lokasi stretegis, yakni di simpang empat (perempatan jalan) Desa Gelsungrejo. Kepada penonton, dibagikan puluhan hadiah hadir (doorprize) dengan cara diundi.
Seniman dalang Kisu Tarman Nyeni Jawi, semalam, menyatakan, trio dalang yang pentas di Glesungrejo ini, menyajikan Lakon Sri Tinggeng. Mereka terdiri atas Ki Eko Sunarsono (Ketua Pepadi Wonogiri) bersama Ki Pandam Aji Anggoro dan Ki Anjat Sutrisno AG.
Sebelum pentas Lakon Sri Tinggeng dimainkan, lebih dulu diawali dengan tampilnya dalang cilik Respati Listyatmoko. Siswa SMP Pangudi Luhur Giriwoyo yang putra dalang Ki Bagong Yunioko ini, dikenal sebagai peraih juara pertama Festival Dalang Anak Nasional (FDAN) Tahun 2025.
FDAN digelar di Jakarta Tanggal 3 sampai dengan 5 Nopember 2025 lalu. Respati meraih gelar bergengsi di tingkat nasional, sebagai juara pertama festival dalang di Tanah Air, dengan mementaskan Lakon Prabakusuma Labuh. Lakon ini, disajikan oleh Respati dalam pakeliran padat selama 40 menit.
Bintang Tamu
Sementara itu, pagelaran wayang di perempatan jalan Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, menampilkan lima waranggana. Juga menghadirkan Bintang Tamu Pelawak Pak Badut dan Sinden (waranggana) cilik, Estiningtyas, siswi SMP Eromoko, Wonogiri.

Di adegan gecul (jenaka) Limbukan (Limbuk-Cangik), Estiningtyas, mendendangkan Tembang berjudul Jenang Gula. Sementara itu, sebelumnya, lima waranggana tampil menyajikan paduan suara dengan mendendangkan tembang bersama. Panca waranggana ini, tampil menyanyi sambil berjoget bersama, yang penampilannya mampu membangun suasana gayeng penuh suka cita.
Di episode Limbukan tersebut, Bupati Setyo Sukarno, berkenan menyerahkan hadiah utama doorprize kepada penonton yang beruntung mendapatkan kulkas (refrigerator). Untuk pengundian doorpirze, dipandu oleh Dalang Ki Parman Hanif.
”Para penonton mohon sabar, nanti pada Pukul 02.00 masih akan dilakukan pengundian lagi untuk membagikan doorprize,” ujar Ki Parman Hanif. Pukul 02.00 dilakukan pembagian doorprize sesi kedua, bersamaan dengan episode Gara-gara, yakni tampilnya para Panakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.
Pementasan Lakon Sri Tinggeng dalam satu kelir, berlangsung tanpa ada waktu jeda. Karena pergantian dari dalang pertama ke penerusnya (kedua dan ketiga), berlangsung bersamaan saat waranggana mendendangkan tembang. Ketika masa penonton terlena fokus pada penampilan para waranggana, maka dilakukan pergantian dalang di depan kelir berlangsung.(Bambang Pur)













