blank
Paket sembako harga Rp 79.500 yang terdiri dari minyak goreng, beras dan gula pasir ini diminati masyarakat. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Disperindag Grobogan kembali menggelar program Wartek Inflasi sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan tekanan inflasi daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Pusat Kuliner Soponyono Jetis ini langsung menarik perhatian warga karena menyediakan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Pada pelaksanaannya kali ini, Disperindag Grobogan menggandeng BPR BKK Purwodadi untuk memperkuat stok serta mekanisme distribusi paket sembako murah.

BACA JUGA : Seorang Perempuan Dosen Untag Meninggal di Kostel, Polisi Berpangkat AKBP Jadi Saksi Kunci

Kegiatan ini merupakan kali kedua berkolaborasi dengan BPR BKK Purwodadi.

Sejak dibuka pukul 08.30 WIB, masyarakat berdatangan untuk mendapatkan paket sembako murah tersebut.

Di Wartek Inflasi ini, warga bisa memperoleh paket sembako seharga Rp79.500 yang berisi minyak Kita satu liter, beras SPHP lima kilogram, dan gula satu kilogram.

Boy, warga Jengglong, termasuk yang datang pagi hari setelah mendapat kabar dari sang istri melalui grup pesan lingkungan RT.

Ia bersama sejumlah warga lain memilih mengantre lebih awal demi mendapatkan paket sembako yang dinilainya cukup terjangkau.

“Karena lokasi kerja saya dekat dengan tempat ini, saya langsung meluangkan waktu untuk membeli paketnya. Cukup menunjukkan KTP dan nomor ponsel, saya bisa membawa pulang sembako dengan harga yang sangat membantu,” tutur Boy.

Ia memandang harga beras SPHP dalam paket tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan beras premium yang kini dipasarkan di atas Rp12.500 per kilogram.

“Untuk keluarga dengan penghasilan pas-pasan seperti kami, program ini sangat meringankan. Saya hanya bekerja sebagai montir dan istri usaha kecil, jadi harga seperti ini benar-benar terasa manfaatnya,” tambahnya.

Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan, Christina Setyaningsih, menjelaskan bahwa pasar murah semacam ini menjadi strategi rutin pemerintah daerah untuk menahan lonjakan harga pangan.

Ia memaparkan bahwa Disperindag menyiapkan stok 100 paket beras lima kilogram, 72 botol minyak goreng, dan 50 paket gula pasir.

Menurut Christina, terdapat dua jenis beras yang disediakan, yakni beras SPHP seharga Rp57.000 per paket serta beras premium lima kilogram yang dijual Rp74.500.

Model penjualan dibagi dua kategori, termasuk paket kolaborasi dengan BPR BKK Purwodadi yang berisi beras SPHP, gula satu kilogram, dan minyak goreng dengan nilai dasar Rp87.500.

“Harga totalnya Rp87.500, namun BPR BKK Purwodadi memberikan subsidi sehingga paket tersebut bisa ditebus warga hanya Rp79.500,” ungkap Christina.

Ia menambahkan, warga tetap dapat membeli barang secara eceran apabila tidak membutuhkan paket lengkap, kecuali untuk beras premium yang mengikuti HET.

Selain bekerja sama dengan Bulog dan BPR BKK Purwodadi, Disperindag juga menggandeng Asosiasi Pasar Tani untuk menyediakan telur dan berbagai produk UMKM lokal yang diminati masyarakat.

Christina menegaskan bahwa Wartek Inflasi akan digelar secara berkala agar warga tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga stabil meskipun pasar tengah fluktuatif.

Marketing BPR BKK Purwodadi, Aji Puspito, menjelaskan bahwa kegiatan selain mendukung upaya yang dilakukan Pemkab Grobogan melalui Wartek Inflasi, kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan aplikasi pembayaran digital KAMOE.

Melalui event ini, warga dapat membeli paket sembako menggunakan aplikasi KAMOE sebagai sarana transaksi yang lebih praktis.

BACA JUGA : Proyek Jalan Kudus Rp 2,2 M Asal-asalan, Dicor saat Ada Genangan Air, Rekanan Akan Dipanggil

“Aplikasi KAMOE kami rancang sebagai dompet digital yang dapat dipakai menabung maupun melakukan pembayaran kebutuhan sehari-hari,” terang Aji.

Ia menyebut KAMOE tersedia untuk pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa, transfer bank, pengisian e-toll, pembayaran air, BPJS, hingga pemesanan tiket perjalanan serta pembayaran lainnya.

“Top up saldo juga mudah dilakukan, termasuk bagi warga yang belum memiliki m-banking. Kami menyediakan layanan deposit langsung, dan terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujar Aji.

TYA WIDYA