KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Para nelayan di sepanjang pantai selatan Kebumen terutama di wilayah Kecamatan Ayah, kini sedang menikmati panen ubur-ubur.
Keterangan dari rukun nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur, Kecamatan Ayah, pada Selasa (21/10), dalam sehari para nelayan bisa meraup 1,5 ton ubur-ubur. Ubur-ubur itu dikupumpulkan di lapak-lapak terdekat di bibir pantai.
Selanjutnya dibawa ke TPI untuk ditimbang dan dibeli oleh pengepul atau pedagang hasil laut. Musim ubur-ubur berlangsung sekitar tiga bulan. Selanjutnya ubur-ubur dari pantai selatan Kebumen itu laku diekspor ke Jepang dan Korea Selatan.
Beja, mantan Ketua HNSI Kabupaten Kebumen menuturkan, para nelayan Ayah telah menikmati panen ubur-ubur itu sejak tiga pekan terakhir. Satu kapal nelayan, berisi 3-4 orang, bisa menangkap 1,5 ton ubur-ubur per hari.

Menurut penjelasan Beja, saat ini harga ubur-ubur per kilogram Rp 1.000. Dengan kata lain, selama musim ubur-ubur, para nelayan bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta – Rp 1,5 juta/hari. Bahkan rata-rata TPI di Kecamatan Ayah dalam sehari bisa menghasilkan 100 ton ubur-ubur.
Ubur-ubur selama ini bisa diolah menjadi makanan laut yang bergizi dan menyehatkan. Bahkan di Jepang dan Korea Selatan menjadi komoditi makanan laut yang disukai.
Mengutip Food Data Central di US Department of Agriculture, dalam setiap 100 gram ubur-ubur, mengandung zat gizi 36 kalori, 4,2 ug selenium,95 mg kolin, 5,5 gram protein, 2 mg kalsium, 2,27 mg zat besi, dan 1,4 gram lemak.
Bahkan makan ubur-ubur diyakini sebagai sumber kolagen. Kolagen adalah jenis protein yang berperan penting dalam struktur jaringan, termasuk kulit dan tulang.
Mengonsumsi ubur-ubur juga dipercaya bisa menurunkan risiko penyakit jantung, baik untuk metabolisme tubuh, menurunkan risiko kanker dan sumber makanan untuk diet. Tak heran di Jepang dan Korea ubur-ubur menjadi makanan favorit.
Komper Wardopo.













