blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati M Yahya Fuad, Wakil Ketua DPRD Solatun dan para pemenang Kontes Sapi PO di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Sabtu 18/10.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kebumen, Sabtu (18/10) meriah oleh para peternak sapi berikut sapi unggulan piarannya.

Hari itu rupanya sedang berlangsung Kontes sapi unggul di Kampung Sapi PO Kebumen yang juga Eduwisata Peternakan Terintegrasi. Sebanyak 140 ekor sapi peserta dari seluruh wilayah Kebumen mengikuti kegiatan ini.

Kontes sapi ini bertujuan memotivasi warga dan peternak agar terus membudidayakan sapi asli daerah yang telah menjadi identitas sekaligus potensi unggulan daerah.

Lomba ini juga sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan bibit unggulan Sapi Peranakan Ongole (PO) asli Kebumen, diwujudkan dengan penyelenggaraan Kontes Sapi PO Piala Bupati Tahun 2025.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah memegang sapi Brahman yang lucu, Sabtu 18/10.(Foto:SB/Kominfo)

Kontes ini terasa spesial karena menjadi even mandiri pertama yang sepenuhnya diinisiasi oleh kelompok tani ternak. Terakhir kali  Dinas Pertanian Kebumen mengadakan kontes serupa pada 2019.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah hadir pada Kontes Sapi PO 2025 itu. Demikian pula, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, Wakil Ketua DPRD Kebumen Solatun, Asisten II Sri Kuntarti.

Selain itu juga hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadistapang) Kebumen Teguh Yuliono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Frans Haidar, Plt Kepala Dinas Kominfo Wahyu Siswanti, Forkopimcam Puring, Pemdes Sitiadi, Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur dan Tunas Mandiri.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, kegiatan tersebut  menjadi ajang yang ditunggu peternak. Selain silaturahmi, juga momentum menumbuhkan rasa bangga potensi unggulan daerah yaitu Sapi PO.

blank
Deretan sapi unggulan mengikuti kontes di Desa Sitiadi, Puring, Kebumen, Sabtu 18/10.(Foto:SB/Kominfo)

“Ini sudah jadi identitas daerah, bukan hanya sebagai komoditas ternak. Kami berupaya agar Sapi PO Kebumen tetap lestari, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional, ujar Bupati Lilis.

Di sela-sela peninjauan sapi, Bupati juga sempat terhibur dengan sapi unik berukuran mini jenis Brahman (bukan peserta), yang ia sebut sebagai sapi stunting yang lucu dan gemoy.

Kontes sapi PO ini mempertandingkan tujuh kelas. Mulai dari Kelas Pedet Sapihan Jantan/Betina, Kelas Calon Indukan/Pejantan (Poel 1), Kelas Indukan/Pejantan (Poel 2-3), hingga Kelas Ekstrem (Bebas). Penilaian dilakukan secara ketat meliputi kualitatif (moncong, punuk, ekor, gelambir) dan kuantitatif (tinggi, panjang, bobot, umur).

Sapi PO merupakan jenis persilangan antara sapi Jawa dan Sapi Ongole, yang mudah dikenali dari ciri khas punuk yang menonjol, warna bulu putih, serta gelambir dan moncong berwarna hitam.

Jawara Kontes Sapi PO Kebumen 2025 berhasil diraih sapi bernama ‘Slamet’ dari Benggolo Putro Farm milik Ahmad Ardiansyah. ‘Slamet’ mencatatkan bobot fantastis, mencapai 981 kg dengan raihan 1215 poin.

Kedua ditempati ‘Tunggal Jaya’ (bobot 994 kg, 1196,5 poin) dari Benggolo Putro Farm, dan Juara Ketiga ‘Kartomingan’ (bobot 968 kg, 1187,5 poin) dari Lembu Sakti Farm milik Firman Candra Aji.

Hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, Wakul Bupati Zaeni Miftah, dan Wakil Ketua DPRD Solatun.

Ahmad Ardiansyah, pemilik sapi jawara, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.”Pakan seperti biasa, dimandikan juga. Semoga peternak sapi di Kebumen ke depan makin dikenal, makin sukses, dan maju,”uap Ahmad.

Sekretaris Panitia Sutaryo, berharap even ini dapat rutin diadakan setiap tahun, meskipun digelar secara mandiri oleh peternak. Ia juga menekankan,  tujuan utama kegiatan ini untuk melestarikan genetika Sapi PO Kebumen yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian.

“Populasi tertinggi Sapi PO di Kebumen berada di Kecamatan Puring dengan 11.946 ekor, disusul Buluspesantren,”imbuh Sutaryo.

Komper Wardopo