KUDUS (SUARABARU.ID)– Pada babak final cabang olahraga pencak silat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, kontingen Jawa Tengah meloloskan enam pesilatnya. Hasil ini, membuat tuan rumah semakin optimistis meraih juara umum di cabor ini.
Pada semifinal yang berlangsung di GOR Kaliputu Djarum Arena, di Kabupaten Kudus, Senin (20/10/2025), Muhammad Faizal Ivanda yang turun di Kelas F Putra, menang atas Merkan Siburian (Riau) 28-9. Faizal akan berjumpa Muhamad Rizki Tama (Lampung).
Lalu ada pula Kirana Tias Savira, yang menundukkan Feyziah Mazid (Kaltim) dengan 44-13 di Kelas E Putri. Kirana akan berjibaku dengan Baiq Taria Nanda (NTB). Pada kategori Seni Tunggal Putri, Butsania Okta Putri melangkah ke partai puncak, usai menyingkirkan Meisya Zaharanie (Jabar).
BACA JUGA: Patroli Cipta Kondisi, Cegah Premanisme dan Pungli
Pada final, Butsania akan beradu gerakan jurus dengan Ni Made Mega (Bali). Lalu pada Kelas D Putra, Rizki Meiko Yunandriya menang atas M Azrul Fitrah (DKI Jakarta) dengan 35-12 di semifinal. Rizki akan berhadapan dengan Rezky Alfi (Kalsel) di partai puncak.
Selanjutnya, Syufi Nafisa Kharin yang bertanding di Kelas D Putri mengalahkan Clairy Anggreini (Sulut) dengan 45-14. Syufi dinyatakan menang dengan teknik, pada ronde ketiga. Lalu di Kelas C Putri, Ni Gusti Rosa mengalahkan Tisya Anastasya (Bangka Belitung) 22-8.
Rosa juga dinyatakan menang dengan teknik, pada ronde kedua. Pada partai pamungkas nanti, Rosa akan diuji Paula Listi (Sumbar). Partai final akan digelar Selasa (20/10/2025), di tempat yang sama.
BACA JUGA: Stasiun Alastua Jadi Pintu Gerbang Transportasi dan Investasi di Timur Semarang
Satu-satunya pesilat yang gagal menembus final, yakni Pradiva Arzeti di Kelas A Putri. Pradiva harus mengaku keunggulan Ni Nyoman Ayu Sarasita (Bali) dengan 26-30.
Manajer Tim Pencak Silat Jateng, Sigit Infantoro mengatakan, pihaknya sangat optimistis bisa meraih gelar juara umum di cabang pencak silat PON Beladiri 2025.
”Kami akan melakukan evaluasi kepada pesilat. Khusus Pradevi yang gagal, dia belum berpengalaman mengatur ritme permainan. Padahal sudah unggul cukup jauh,” tutur Sigit.
BACA JUGA: Edy Wuryanto Dorong Keluarga Berencana Jadi Pilar Keluarga Sejahtera
Dia juga meminta, agar semua pesilat fokus penuh menghadapi babak final. Menurutnya, semua punya peluang meraih hasil maksimal.
”Pada nomor Seni Tunggal Putri, kami juga yakin. Sebab, Butsania meraih poin tertinggi saat semifinal. Tapi jangan terlalu percaya diri dulu, harus fokus,” tegasnya.
Riyan













