blank
Rektor Unnes Prof S Martono mengukuhkan tujuh profesor baru. Foto: Ist

‘’Tentu saja kami, KONI Jateng bangga. Setidaknya, dalam periode 2021-2025 ada empat tokoh yang dikukuhkan menjadi guru besar,’’ kata Bona yang juga hadir dalam prosesi pengukuhan.

Dua pengurus lain yang meraih gelar guru besar adalah Prof Dr Mahalul Azam (bidang kedokteran) dan Prof Dr Heny Setyawati (ilmu keolahragaa). Beberapa pengurus dan karyawan KONI juga menyelesaikan program S3 dan S2.

Sepak Bola dan Atletik
Dalam orasi ilmiah, Mugiyo Hartono memaparkan hasil penelitian dari sepak bola, cabang olahraga yang dia tekuni sejak masih pelajar hingga dengan bergabung pada PS Undip, PS IKIP dan juga PSIS jr.

Setelah menjadi dosen IKIP 1988 (kini Unnes), pria kelahiran Semarang, 3 September 1961 itu terus aktif di berbagai organisasi olahraga.

Kini tercatat sebagai pengurus KONI Jateng, Sekretaris Umum Perbakin Jateng dan Wakil Ketua Perpani Jawa Tengah.

‘’Invasion game: Peningkatan Keterampilan gerak, fisik, dan pesikososial anak untuk membangun karakter cerdas’’, itulah judul dari orasi ilmiah Mugiyo Hartono.

Sementara nama Rumini sudah populer di kalangan olahraga terutama atletik. Maka wanita kelahiran Pati, 23 Februari 1970 itu, memaparkan tentang cabang olahraga atletik. ‘’Atetik: The Mother of Sports’’, itulah judul orasi ilmiahnya.

blank
Prof Rumini MPd yang dikukuhkan menjadi guru besar ilmu olahraga Unnes. Foto: Ist

Di samping menjadi Kabid Pembinna dan Prestasi KONI Jateng, saat ini Rumini merupakan ketua Pengprov PASI Jateng.

Saat menjadi atlet, dia menekuni nomor saptalomba. Berbagai gelar nasional dia raih. Yang paling spektakuler adalah meraih medali emas SEA Games 1993 di Singapura, sekaligus membuat rekor baru, yang bertahan hingga 17 tahun.

Untuk rekornas sapta lomba bertahan 23 tahun setelah dipecahkan Emilia Nova pada PON 2016.

‘’ Terutama adalah bidang kepakaran saya pendidikan pelatihan atletik. Jadi atletik itu adalah ibu dari semua olahraga. Di dalam ada lompat, lari dan jalan. Manusia secara alamiah kan melakukan itu. Di sisi lain, di olahraga modern selalu berkaitan dengan itu. Tentunya kedepan saya ingin agar ada inovasi-inovasi dalam pengembangan dunia atletik yang menyenangkan agar tidak membosankan. Bagaimana menciptakan atletik itu yang menyenangkan bagi semua kalangan mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa,’’ paparnya.

R. Widiyartono