WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gara-gara api bludukan (perapian di dekat kandang ternak), rumah induk dan bangunan dapur serta kandang ternak milik Romadhon (40) ludes terbakar. Amukan jago merah, juga membakar habis seluruh perabot dapur dan harta benda yang berada di dalam rumah.
Kepala Satpol-PP Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Dankar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Senin sore (15/9/25), menyatakan, lokasi kebakaran berada di Dusun Badran RT 1/RW 4, Desa Batuwarno, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Pemadaman dilakukan oleh Tim Damkar Poswil Baturetno, dipimpin oleh Komandan Regu (Danru)-1 Budi Harjono. Permohonan bantuan pemadaman ke Damkar, disampaikan oleh Andi Saputro. Setelah pemilik bersama para tetangga, kesulitan memadamkannya.
Api cepat berkobar, karena ada tiupan angin, dan di lokasi tidak tersedia air maupun tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Kontak permohonan bantuan pemadaman disampaikan pada Pukul 15.22. Tim Fireman dari Damkar Poswil Baturento, tiba di lokasi pada Pukul 15.40, dan langsung melakukan tindakan pemadaman.
Beranggotakan sebanyak 4 personel dan membawa serta satu unit mobil brandweer, tindakan pemadaman berlangsung sampai Pukul 17.00. Pemadaman dilakukan dengan mendapatkan bantuan dari personel Polsek dan Koramil Baturetno, Perangkat Desa dan para tetangga.
Kobaran api cepat dapat dipadamkan, tanpa menjalar ke rumah-rumah tetangga. Tidak ada korban jiwa dalam musibah amukan jago merah ini. Pemilik rumah bersama anggota keluarganya, sempat menyelamatkan diri, selagi api belum berkobar liar. Ternak piaraannya dilaporkan selamat.
Kepulan Asap
Saksi yang pertama kali melihat ada kebakaran adalah Sakino. Kepada petugas, Sakino, menyatakan, secara tidak sengaja melihat ada kepulan asap dari belakangan rumah Romadhon. Segera itu diberitahukan kepada pemilik rumah dan para tetangga, serta dilaporkan ke Perangkat Desa. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengontak bantuan pemadaman ke Damkar.
Warga menyatakan, api cepat berkobar membakar kandang ternak dan menjalar di bangunan dapur, sebelum membakar rumah induk yang berada di sisi belakang rumah pendapa. Ini membuat panik warga, karena tiupan angin musim kemarau, membuat kobaran api tidak dapat segera dipadamkan.
Penyebab kebakaran, diduga keras dari bludukan atau perapian yang dibuat di dekat kandang ternak. Bagi kaum tani pedesaan di Wonogiri yang memelihara ternak, lazim membuat bludukan sebagai penghangat ternak dan mengusir nyamuk.
Biasanya, bludukan hanya diupayakan untuk mengepulkan asap. Tapi tanpa disadari, api bludukan menyala dan membakar tandon pakan ternak yang berada di dekatnya. Sebelum kemudian, nyala apinya menjadi berkobar liar oleh tiupan angin, membakar kandang dan merembet ke rumah dapur dan ke bangunan rumah induk.
Menyikapi hal ini, pihak Damkar Induk Wonogiri maupun Damkar Poswil Baturetno, mengimbau agar masyarakat cemat ketika membuat bludukan. Harus mendapatkan pengawasan, supaya tidak menjadi pemicu terjadinya musibah kebakaran. Banyak kasus kebakaran, yang dipicu oleh api bludukan yang berkobar karena lepas kontrol dari pemilik kandang.(Bambang Pur)













