blank
Performance Parade Kontingen Opeldi pada event Olimpiade Formulator Pertanian di Tambi Resort Kejajar Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Event Olimpiade Formulator Pertanian se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke-25 yang digelar di Tambi Resort Kejajar Wonosobo, Jumat (12/9) hingga Sabtu (13/9/2025), berlangsung cukup semarak, gayeng dan meriah.

Ketua Panitia Olimpiade Formulator Pertanian, Yudo Aji Sasono menyampaikan kegiatan tersebut diikuti 6 kontingen. Yakni IPP (Temanggung, Magelang, Yogyakarta) dan Organisasi Petugas Lapang Dieng/Opeldi (Wonosobo dan Banjarnegara).

Selain itu, juga Kompeni (Demak, Pati dan Kudus), APPS (Solo Raya), IRF (Brebes) dan Formas (Banyumas Raya). Mereka merupakan petugas lapang pertanian yang mewakili perusahan, toko dan kios pestisida pertanian.

“Olimpiade Formulator Pertanian digelar dengan berbagai kegiatan. Seperti malam akbar, parade kontingen, fun game, workshop pertanian berbasis teknologi, bakti sosial santunan anak yatim, olahraga bola voli dan tenis meja,” katanya.

Event bertema “Beda Masa, Tumbuhkan Asa”, itu diselenggarakan Organisasi Petugas Lapang Dieng (Opeldi). Organisasi ini sendiri telah berdiri pada tahun 2000 dan kali pertama dimotori oleh Umar Yusuf, salah satu tokoh Opeldi di Wonosobo.

“Jadi kami adalah organisasi petugas lapang. Nah organisasi itu tergabung dari beberapa perusahaan-perusahaan pestisida yang ada di Indonesia. Sebenarnya kami menjadi satu, cuman nama organisasinya mewakili beberapa daerah dan perusahaan,” terangnya.

Tehnologi Pertanian

blank
Ketua Panitia Olimpiade Formulator Pertanian di Tambi Resort Kejajar Wonosobo, Yudo Aji Sasono ketika memberikan keterangan pers. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurutnya, Olimpiade Formulator Pertanian Jawa Tengah/DIY digelar satu tahun sekali. Setiap tahun lokasinya berbeda bergantian di tiap daerah. Kebetulan tahun ini bertempatan dengan anniversary 25 tahun Olimpiade Formulator Pertanian dan dilaksanakan di Wonosobo.

“Pada malam akbar dilakukan parade kontingen dengan konsep peserta memakai kostum jadul. Acara tersebut disaksikan langsung Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo dan Dirut PT Perkebunan Tambi, Suwito. Ada penilaian bagi peserta berupa best kostum, best dance dan kekompakan peserta,” paparnya.

Sebagai kegiatan silaturahmi dan sosial, dalam Olimpiade Formulator Pertanian, juga melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian pada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Ada pula workshop pertanian berbasis teknologi pada petani. Workshop menghadirkan pakar pertanian dari UPN Yogyakarta dan praktisi pertanian dari beberapa perwakilan perusahaan pestisida.

“Ada juga penerapan teknologi pertanian di situ dan pengenalan drone. Drone digunakan sebagai alat penyemprotan pesticida ke tanaman. Jadi intinya biar petani bisa merasakan teknologi terbaru. Agar nanti bisa menilai kehematan ataupun perbandingan antara cara manual dengan yang berteknologi tinggi,” beber dia.

Tujuan dari kegiatan tersebut, lanjut dia, sebenarnya untuk mempererat tali persaudaraan antar petugas lapang pertanian dan formulator. Meskipun secara individu ataupun personal itu berbeda-beda perusahaan, tapi semua ada dalam satu wadah menjadi keluarga besar Jateng/DIY.

Muharno Zarka