KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Penjaringan calon Ketua DPC PDIP Kebumen 2025-2030 melalui Rapat PAC serentak Sabtu (6/9) lalu telah menghasilkan 17 nama calon.
17 calon Ketua DPC PDIP Kebumen itu pada Jumat (12/9) telah mengikuti psikotes secara daring yang dilakukan DPP. Selanjutnya keputusan akhir ditentukan oleh Ketua Umum DPC PDIP Megawati Soekarno Putri.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi, saat dihubungi Suarabaru.id, Sabtu (13/9).
Menurut penjelasan Saiful Hadi, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi Peraturan Partai No 1/2025 dan dilanjutkan dengan Rapat PAC serentak pekan lalu di Gedung Tulus Kebumen untuk menjaring calon Ketua DPD PDIP Jateng dan calon Ketua DPC PDIP Kebumen.
Untuk bursa calon ketu DPC PDIP Kebumen, Saiful Hadi meraih dukungan 22 PAC. Disusul Ristawati Purwaningsih didukung 17 PAC dan Yulianto 11 PAC.
Kemudian Toyib Khoirudin didukung 9 PAC, Dwi Alhadi 4 PAC, Fitria Handini 2 PAC, Siti Khomsatun 2 PAC dan Tatag Sajoko 2 PAC.
Selanjutnya Gigih Basokajadi, Andes Wahyu P, Amin Lukmantoro, Bambang Tri,Bambang Sutrisno, Sukro Tusmawati, Anggoro Mardi Husodo dan Sarimun masing-masing didukung 1 PAC. Total ada78 suara karena masing-masing PAC mengusulkan tiga nama.
Saiful Hadi menambahkan, 17 nama itu berdasarkan Rapat PAC serentak di 26 PAC dan masingmasing PAC mangajukan tiga nama. Tahap berikutnya setelah penjaringan muncul 17 nama yang diajukan ke DPP PDIP.
Sedangkan untuk penjaringan atau bursa calon ketua DPD PDIP Jateng, 26 PAC PDIP Kebumen masing-masing mengusulkan dua nama. Hasilnya, Diah Pikatan Ori Saputri Hapsari (Pingka Hapsari) memperoleh dukungan 25 PAC, Utut Adianto 19, Andika Perkasa 4, FX Hadi Rudyatmo 3, dan Jamangatun 1.
Saiful Hadi menegaskan, mengapa PDIP tidak langsung menetapkan ketua DPC berdasarkan jumlah usulan dari bawah untuk menentukan ketua DPC, ini untuk membuktikan keikhlasan dan perjuangan, serta sebagai kesiapan tegak lurus terhadap Ketua Umum DPP PDIP.
“Jadi pada saat penjaringan menghasilkan 17 nama calon ketua DPC itu sebagai bentuk aspirasi, sedangkan yang menentukan tetap dari DPP. Maka DPP melaksanakan fit and proper test diawali dengan psikotes. Kemudian akan dilanjutkan tahap berikutnya kita menunggu instruksi dari DPP,”imbuh politisi yang juga anggota DPRD Jateng.
Komper Wardopo











