blank
Rumah produksi kripik singkong di Dusun Duwet Lor RT 01/RW 16, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah semalam terbakar.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Rumah produksi kripik singkong, semalam terbakar. Proses pemadamannya berlangsung sampai Jumat dinihari (12/9/25). Tidak ada korban jiwa, pemilik rumah produksi kripik singkong bersama anggota keluarganya, berusaha menyelamatkan diri dari amukan jago merah.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, pemadaman semalam dilakukan oleh Regu Damkar Pos Wilayah (Poswil) Baturetno. Proses pemadaman berlangsung sampai Jumat dinihari (12/9/25) Pukul 01.25.

Tindakan pemadaman mendapatkan bantuan dari relawan siaga bencana tingkat desa bersama Perangkat Desa dan aparat kepolisian dari Polsek Baturetno Polres Wonogiri serta warga masyarakat sekitar.

Rumah produksi kripik singkong tersebut, adalah milik Windiyo Suharso alias Yoyok. Yakni warga Dusun Duwet Lor RT 01/RW 16, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kejadiannya bermula saat rumah produksi kripik singkong itu beraktifitas sejak siang dan selesai sore hari. Usai produksi, api di tungku penggorengan telah padam. Tapi, tanpa disadari oleh pemilik, ternyata sisa bara api masih belum padam sepenuhnya.

Wajan

Menjelang tengah malam, selagi pemilik dari anggota keluarganya tertidur pulas, sisa api di tungku ternyata berkobar. Membakar minyak yang tersisa di wajan penggorengan. Ini terjadi, karena wajan penggorengan lupa tidak diberi air dalam jumlah yang banyak.

Nyala api kemudian berkobar membakar tumpukan stok kayu bakar yang ada di dekatnya. Karena ada tiupan angin, kobaran api makin membasa dan membakar rumah penggorengan. Ini membuat warga sekitar yang terjaga dari tidurnya dan berupaya memberitahukan kepada pemiliknya.

Upaya darurat pemadaman yang dilakukan pemilik beserta para tetangga, tidak kuasa memadamkan amukan api. Karena terkendala di lokasi tidak tersedia cukup air dan tidak ada tabung Alat Pemadaman Api Ringan (APAR). Karena itu, kemudian meminta bantuan pemadaman dari Poswil Damkar yang ada di Ibukota Kecamatan Baturetno.

Petugas piket Damkar Poswil Baturento, menerima permohonan bantuan pemadaman pada Pukul 23.55. Yang kemudian memberikanm respon cepat untuk meluncur ke lokasi dengan membawa serta mobil brandweer. Tiba di lokasi Pukul 00.05 dan melakukan pemadaman sampai Pukul 01.25 Jumat dinihari (12/9/25).

Regu firemandari Poswil Damkar Batureno, berupaya mendekat untuk menyemprotkan air dari mobil unit brandweer ke titik nyala api. Tujuannya, agar api segera padam dan tidak meluas membakar rumah-rumah tetangga. Taksir kerugian materi diprediksi mencapai Rp 60 juta lebih.(Bambang Pur)