GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwodadi merayakan HUT ke 90 dengan menggelar Pameran Seni Mbekso Rupa Kamardhikan yang menghadirkan ratusan karya lukisan para seniman dari berbagai wilayah.
Pameran seni ini berlangsung selama empat hari, Jumat hingga Senin, 21–25 Agustus 2025, di Gedung Pastori Jalan Kartini, Purwodadi.
Sebanyak 100 karya dipajang, mulai dari lukisan, karikatur, hingga patung, yang seluruhnya dibawakan oleh para seniman dari berbagai daerah.
BACA JUGA :DPD Tani Merdeka Kudus Dukung Rapimnas, Siap Wujudkan Swasembada Pangan Bersama Presiden Prabowo
Salah satu peserta, Eko Supa, pelukis asal Purwodadi, menampilkan karya kontemporer bergaya karikatural yang memikat pengunjung.
Di antara koleksinya, Eko memamerkan lukisan ikonik Tiga Pentolan Warkop DKI: Dono, Kasino, dan Indro yang langsung menjadi pusat perhatian.
Lukisan itu ia selesaikan dalam waktu dua minggu penuh dengan detail teliti, lalu ia hargai Rp 5 juta.
Eko mengaku bangga dapat terlibat dalam pameran lukisan HUT ke 90 GKJ Purwodadi bersama para seniman lintas kota.
“Senang bisa ikut pameran ini. Banyak teman seniman dari berbagai daerah hadir, jadi terasa lebih semarak. Walaupun saya seorang Muslim, saya tetap antusias berpartisipasi,” ungkap Eko.
Ketua Panitia, Tyas Budi Legowo, menyebut jumlah karya yang dipamerkan mencapai 100 lukisan dan hingga hari ketiga, sekitar 20 persen sudah terjual.
“Hingga Minggu, dari seratus karya yang dipamerkan, sekitar dua puluh persen sudah mendapatkan pembeli,” jelas Tyas.
Menurut Tyas, Pameran Lukisan Mbekso Rupa Kamardhikan tidak hanya untuk memeriahkan ulang tahun gereja, tetapi juga untuk melestarikan Gedung Pastori bersejarah yang telah berusia 125 tahun.
Gedung yang didominasi kayu jati itu, kata Tyas, tetap berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan panjang GKJ Purwodadi.
Tyas menegaskan, tujuan utama pameran ialah menjalin jejaring kerja sama dengan komunitas seni lintas daerah sekaligus memberi ruang ekspresi.

“Kami ingin menyediakan wadah bagi seniman agar bebas mengekspresikan semangat kemerdekaan mereka melalui karya seni rupa,” katanya.
Ia menilai, pameran lukisan ini juga menjadi media pembelajaran bersama antara gereja, seniman, dan masyarakat untuk lebih menghargai seni.
Selain pameran, panitia HUT ke 90 GKJ Purwodadi juga menyelenggarakan kegiatan Melukis On The Spot, pertunjukan teater, dan musikalisasi puisi.
Rangkaian acara semakin lengkap dengan ibadah syukur dan perjamuan kudus yang menyajikan nasi golong serta air putih sebagai simbol kesederhanaan.
BACA JUGA : Taj Yasin Dorong Optimalisasi Fungsi Masjid, Untuk Tempat Ibadah Hingga Pelayanan Sosial
GKJ Purwodadi juga membagikan berkat bagi masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata kebersamaan dan rasa syukur atas 90 tahun perjalanan gereja.
Suasana perayaan HUT ke 90 GKJ Purwodadi pun terasa semakin meriah dengan hadirnya pameran lukisan Mbekso Rupa Kamardhikan yang menyatukan seni, budaya, dan kebersamaan lintas iman.
Melalui acara ini, GKJ Purwodadi menegaskan komitmennya merawat kebudayaan, memperkuat solidaritas, dan terus menumbuhkan semangat kemerdekaan dalam bingkai karya seni.
TYA WIDYA













