blank
Ketua LPPM UnwahadDr Agus Riyanto menyampaikan laporan tentang penglepasan mahasiswa KKN. Foto: R. Widiyartono

Dalam kuliah umum ini, Wihaji juga memberikan sangu kepada satu tim KKN yang menyampaikan programnya kepadanya. “Ini satu juta rupiah untuk bekal di KKN, dibagi-bagi sama temannya ya,” ujar Wihaji.

Wihaji menyatakan akan mengirim narasumber tentang sertifikasi halal ini dari Jakarta terkait program KKN mengenai sosialisasi sertifikasi halal. Kemudian, dia juga menitipkan beasiswa untuk siswa MI, MTs, dan MA melalui setiap tim KKN.

Dia meminta masing-masing kelompok mahasiswa KKN ini bisa mengusulkan 10 siswa MI, MTs, dan MA untuk menerima beasiswa. “Karena ada 29 tim, maka kami siapkan beasiswa untuk 290 orang siswa yang sekolahnya di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah,” ujar Wihaji.

Ada hal yang menarik pula, ketika Wihaji bertanya, apakah ada mahasiswa yang sepatunya jebol. Ternyata ada dua orang yang maju, dan Wihaji meminta koleganya, Wakil Ketua DPRD Jateng yang juga Ketua Golkar Jateng Mohammad Saleh untuk menyiapkan dua pasang sepatu untuk mereka yang sepatunya jebol.

Usai kuliah umum, dilanjutkan dengan penandatanganan kesepahaman bersama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Universitas Wahid Hasyim oleh Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dengan Rektor Unwahas Prof Ir Helmy Purwanto. Kemudian penandatangan kerja sama antara Perwakilan BKKBN Jateng dengan Universitas Wahid Hasyim oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jateng dan Ketua LPPM Unwahas .

R. Widiyartono