blank
Unik bersama para narasumber Janatul Husna, S.E., M.M. (Dinas Perindustrian Kota Semarang), Pugiarto Harjanto (Founder Galaxy Decoration), serta Novita Dwi Parastuti (Sekretaris IFC Semarang Chapter).. Foto: Tangkapan layar

 SEMARANG (SUARABARU.ID) – Komitmen Kota Semarang untuk menjadi episentrum industri fashion dan ekonomi kreatif semakin kuat.

Hal ini tampak dalam gelaran Live Instagram bertajuk Road to Jateng Fashion Trend 2025, yang berlangsung Selasa malam (8/7) di akun @Unik_oke. Siaran ini mengusung tema “Semarang Pusat Mode & Event: Sinergi Industri Fashion, Wedding, dan Ekonomi Kreatif”.

Hadir tiga narasumber kunci yaitu Janatul Husna, S.E., M.M. (Dinas Perindustrian Kota Semarang), Pugiarto Harjanto (Founder Galaxy Decoration), serta Novita Dwi Parastuti (Sekretaris IFC Semarang Chapter).

Dipandu oleh host Unik Oke, bincang-bincang berdurasi satu jam tersebut menjadi ruang diskusi hangat menjelang perhelatan Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 yang akan digelar 13 Juli mendatang. Tahun ini, JFT mengusung tema besar Eco Luxury—sebuah gagasan fashion yang tidak hanya menekankan kemewahan, tetapi juga berpihak pada keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pugiarto Harjanto, yang juga menjadi inisiator dari Renaissance Romance Wedding Expo, mengungkapkan alasan di balik kolaborasi antara sektor pernikahan dan fashion dalam JFT 2025. Menurutnya, kebutuhan akan busana elegan dalam industri wedding tak sebatas pada gaun pengantin saja, tetapi juga pada keluarga dan tamu undangan.

Dari situlah ide mengajak Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang untuk berkolaborasi muncul. “Konsep expo kami kali ini mengusung nuansa luxury yang total—mulai dari desain booth, tata panggung, hingga sistem audio visual. Maka kami ingin membawa sesuatu yang lebih, dengan menghadirkan desainer-desainer terbaik dari IFC sebagai inspirasi busana bagi semua kalangan,” jelas Pugiarto.

Gayung bersambut, IFC Semarang Chapter menerima ajakan tersebut dengan antusias. Novita Dwi Parastuti menyebut bahwa kolaborasi ini menjadi momen kembalinya IFC ke panggung fashion setelah vakum selama satu tahun.

Dalam kesempatan ini, mereka ingin menunjukkan bahwa industri fashion bisa tampil elegan sekaligus bertanggung jawab secara lingkungan.

“Eco Luxury adalah tema yang sejalan dengan semangat baru kami. Kami ingin mengangkat kembali kekuatan desainer Jawa Tengah yang terkenal dengan custom wear, lalu memadukannya dengan kesadaran etis terhadap bumi dan pelestarian budaya lokal,” ujar Novita.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Semarang. Janatul Husna menegaskan bahwa sektor fashion menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi kreatif daerah. Melalui pelatihan vokasi, fasilitasi legalitas usaha, promosi produk lokal, hingga keberadaan galeri seperti Galeri Industri Kreatif Kota Lama dan Galeri Sentral Batik Warna Alam di Gunungpati, Pemkot Semarang terus membuka ruang bagi pelaku fashion untuk berkembang.

Ia juga menambahkan bahwa JFT 2025 sejalan dengan arah kebijakan kota yang menekankan pelestarian budaya, digitalisasi, dan prinsip ramah lingkungan seperti zero waste dan pemanfaatan pewarna alami dalam batik.

Sesi live ini ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci kemajuan industri kreatif ke depan. Jateng Fashion Trend 2025 bukan hanya panggung bagi para desainer, tetapi juga titik temu bagi pelaku wedding, pemerintah, dan komunitas kreatif untuk bersama-sama mengangkat Semarang sebagai pusat mode yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Renaissance Romance Wedding Expo, JFT 2025 akan digelar di Renaissance Ballroom, Semarang, pada Minggu, 13 Juli 2025. Fashion show ini akan menampilkan karya dari desainer terkurasi asal Semarang, Jawa Tengah, hingga desainer nasional dalam dua sesi pertunjukan bertema Eco Luxury.

Unik