JEPARA (SUARABARU.ID)- Pemerintah Kabupaten Jepara memuji kolaborasi antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Nathabumi dan Yayasan Gotbag Indonesia yang telah menggelar acara “Beach Clean Up Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan Rabu 2 Juli 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Anisah Salmah saat membuka acara “Beach Clean Up Pantai Teluk Awur” mewakili Kepala DLH yang berhalangan hadir.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Budi Yuliadi Nugraha Head of AFR Division PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Direktur Eksekutif Gotbag Indonesia Billy Andiyanto, Camat Tahunan Nuril Abdillah, Petinggi Teluk Awur Rochman serta seratus lebih relawan.

Lebih lanjut Anisah mengungkapkan, kegiatan bersih-bersih pantai yang juga didukung oleh komunitas cinta lingkungan di Jepara, Demak dan Kudus tersebut bukan hanya memungut sampah tapi memungut harapan bersama agar laut semakin indah dan tetap lestari. “ Ini juga merupakan wujud cinta kita terhadap bumi.
Karena itu ia menilai kegiatan “Beach Clean Up Pantai Teluk Awur” dapat menjadi sarana edukasi cinta lingkungan, khususnya laut yang panjang garis pantai di Jepara mencapai 82 km. “Ini juga simbul kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam,” pungkasnya.

Sementara Head of AFR Division PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Budi Yuliadi Nugraha kepada wartawan mengungkapkan, sebagai anak perusahaan PT Semen Indonesia, SBI menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Salah satu caranya adalah menjadikan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Jenis limbah yang dimanfaatkan mencakup limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan utamanya plastik untuk di olah menjadi RDF atau Refused Derivied Fuel,” ujarnya
RDF menurut Budi adalah energi terbarukan yang dihasilkan dari material sampah domestik perkotaan dengan melalui proses pengolahan dan pengeringan secara biologi terlebih dahulu. Produk RDF yang sudah diolah dikirim ke pabrik SBI untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

“Jadi kami menggunakan prinsip sirkular ekonomi dengan memanfaatkan nilai kalori atau kandungan oksida yang ada di dalam material sebagai pengganti dari bahan bakar atau bahan baku di pabrik semen kami,” ungkap Budi. Untuk itu SBI memiliki unit usaha Nathabumi yang fokus pada penanganan limbah dan sampah, tambahnya.
SBI menghasilkan semen berkualitas tinggi dalam empat varian yaitu Dynamix Serba Guna, Dynamix Extra Power, Dynamix Masonry dan Semen Andalas.

Sedangkan Direktur Eksekutif Yayasan Gotbag Indonesia Billy Andriyanto mengungkapkan, bahwa lembaga yang diwakili memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, khususnya masalah sampah plastik di kawasan pesisir. “Jika tidak dikelola dengan baik sampah plastik bisa merusak ekosistem laut,” ujarnya. Dalam pengelolaan sampah plastik fihaknya bekerjasama dengan Nathabumi unit usaha SBI.
Hadepe













