blank
Bagai kakak-adik, Dandim 0725 Letkol Inf Ricky menyuapi nasi Kapolres AKBP Petrus Parningotan S saat perayaan HUT Ke-79 Bhayangkara di Mapolres Sragen, Selasa (01/07/2025). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID)– Delapan belas perguruan Pesilat di Kabupaten Sragen dijanjikan wadah dengan nama Laskar Mangkubumi. Bupati Sigit Pamungkas mengungkapkan hal itu disela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di Mapolres Sragen.

“Potensi perguruan silat di Sragen sebagai mitra strategis dalam mewujudkan stabilitas dan kemajuan daerah,” ungkap Bupati Sigit Pamungkas, Selasa (01/07/2025).

Bupati yang mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu juga mengucapkan selamat atas Promosi Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan sebagai Waka Polres Pati. Karena kini sudah AKBP mantab.
Hadir Dandim Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung, Kajari Virginia Hariztavianne SH, MH, Ketua DPRD Sragen Suparno, Sekda Hargiyanto serta pejabat sipil dan militer.

Dikatakan sejauh ini polres Sragen dinilai berhasil menekan potensi konflik antar Perguruan silat sekaligus memberdayakan Perguruan silat.

Sigit Pamungkas mengapresiasi kinerja Polri sekaligus menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

Menurutnya, Pencak silat Bela Diri Menjadi Aset Budaya dan Penjaga Keamanan. Bupati secara gamblang menyatakan kekagumannya terhadap kepemimpinan Kapolres saat ini.

“Ini langkah yang perlu teladani dari Pak Kapolres,” ujar Bupati Sigit.

Inspirasi ini mendorongnya untuk menggagas sebuah inisiatif besar yakni pembentukan Laskar Mangkubumi. Laskar Mangkubumi akan menjadi sebuah wadah yang beranggotakan seluruh pesilat dari 18 perguruan pencak silat di Sragen.

blank
Bagai kakak-adik, Dandim 0725 Letkol Inf Ricky menyuapi nasi Kapolres AKBP Petrus Parningotan S saat perayaan HUT Ke-79 Bhayangkara di Mapolres Sragen, Selasa (01/07/2025). Foto: Anind

Bupati Sigit bahkan sudah menyampaikan gagasan ini kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X . Tak sekadar membentuk Laskar Mangkubumi, Sigit juga berharap bisa segera merealisasikan adanya “Kampung Pencak Silat” di Sragen.

Konsep Kampung Pencak Silat ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat pengembangan bela diri dan olahraga prestasi, tetapi juga sebagai aset budaya yang akan mengangkat nama Sragen di mata publik luar Sragen. Inisiatif ini menegaskan komitmen Bupati untuk memanfaatkan potensi lokal dalam mendukung kemajuan daerah.

Bupati Sigit juga menyinggung hasil survei kepuasan masyarakat terhadap Polri yang menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 70 persen lebih. Angka ini, menurutnya, adalah bukti perubahan paradigma Polri yang kini semakin membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan adanya sinergi antara Polri dan elemen masyarakat, khususnya perguruan pencak silat, diharapkan ketertiban dan keamanan di Sragen dapat terus terjaga, memuluskan jalan bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Sigit juga mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada Kapolres beserta seluruh jajaran Polri. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kenaikan jabatan mantan Kapolres yang kini melejit menjadi Wakapolresta Pati, serta mendoakan agar perwira Polri yang berkarir di Sragen dapat segera meraih promosi.

Dalam pandangannya, ketertiban dan keamanan adalah pondasi utama pembangunan. Sigit mengutip pelajaran dari berbagai literatur yang menunjukkan bahwa kemajuan suatu wilayah, bahkan yang kaya sumber daya alam dan SDM cerdas, tidak akan tercapai tanpa adanya ketertiban.

“Polri bisa melaksanakan kegiatan apapun sendirian. Namun tetap melibatkan semua elemen untuk berbuat baik,” tuturnya memuji.
Anind