blank
Prof Mahfud MD. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Posisi Universitas Semarang (USM), saat ini sudah sangat baik dalam dunia pendidikan tinggi. Sekarang ini USM sudah menjadi salah satu perguruan tinggi yang sangat dipercaya masyarakat.

Hal itu seperti diungkapkan Ketua Dewan Penyantun USM, Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU MIP, dalam orasi ilmiahnya, pada Dies Natalis ke-38 USM, di Auditorium Ir Widjatmoko, Senin (23/6/2025).

Pada kesempatan itu, Prof Mahfud menyampaikan materi bertajuk ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Menjaga dan Membangun Bangsa dan Negara Indonesia’.

BACA JUGA: Pelatihan Membuat Logo UMKM di Aplikasi Canva

”USM sebagai salah satu perguruan tinggi yang dipercaya masyarakat, ditandai besarnya aset yang tangible dan intangible, animo masyarakat, sebaran peran alumninya di berbagai bidang, dan posisi hasil pemeringkatan dari berbagai lembaga. Hasil ALPT yang dilakukan Tim Asesor BAN-PT tahun 2025 ini, USM masuk ke peringkat Unggul,” jelasnya.

Dalam kerangka berpikir kebangsaan, Mahfud menjelaskan, pentingnya kehadiran perguruan tinggi dalam membangun bangsa. Berdasarkan alinea IV Pembukaan UUD 1945, perguruan tinggi berperan dalam mewujudkan empat tujuan utama bangsa.

”Tujuannya, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia,” ungkap dia.

BACA JUGA: Predikat Unggul, Jadi Cerminan Sistim Pendidikan Berkualitas

Mahfud juga menegaskan, fokus utama perguruan tinggi seperti USM, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak hanya secara intelektual saja, melainkan juga secara moral.

Mnurutnya, dari empat tujuan negara dan fungsi pemerintahan, perguruan tinggi termasuk USM, memokuskan pada tugas dan fungsinya, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa pada level pendidikan tinggi.

”Harus diingat, tugas dan fungsi perguruan tinggi bukan hanya mencerdaskan otak manusia saja, tetapi mencerdaskan kehidupan bangsa. Filosofinya, kecerdasan otak dan kemuliaan hati, atau keseimbangan antara intelektualitas dan moralitas,” pungkasnya.

Riyan