blank
Kepala Desa Ngembal Kulon Kudus, M Khanafi. Foto:dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus 15 besar Lomba Desa Digital Tingkat Nasional yang digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) RI.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kemajuan digitalisasi di tingkat desa, khususnya di Kudus. Dari dua desa yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kudus—Desa Kramat (Kecamatan Kota) dan Desa Ngembal Kulon—hanya Ngembal Kulon yang berhasil lolos dalam tahapan seleksi awal pada awal Juni 2025.

“Penilaian dilakukan melalui verifikasi dokumen, dan hasilnya Desa Ngembal Kulon dinyatakan lolos ke babak 15 besar nasional,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famni Dwi Arfana, Senin (23/6/2025).

Langkah Menuju Desa Digital Terbaik Nasional

Untuk bisa mengikuti lomba ini, setiap desa wajib memenuhi sejumlah syarat, di antaranya:

Adanya RPJMDesa atau RKPDesa yang mencantumkan kegiatan digitalisasi desa.

Surat pernyataan orisinalitas praktik baik digitalisasi desa yang ditandatangani kepala desa.

Dokumen pendukung berupa tautan website resmi desa dan video digitalisasi desa.

Tahapan selanjutnya adalah verifikasi lapangan yang akan dilakukan akhir Juni hingga awal Juli 2025. Enam desa terbaik akan dipilih untuk melaju ke babak final, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada awal Agustus 2025.

Ngembal Kulon Siap Ukir Prestasi

Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi, menyambut baik capaian ini. Ia mengaku bangga desanya bisa mewakili Kudus dan bersaing di level nasional.

“Kami bersyukur bisa masuk 15 besar. Harapannya, melalui verifikasi lapangan ini, Desa Ngembal Kulon bisa lolos ke 10 besar dan masuk ke tahap presentasi final,” ungkap Khanafi.

Ia menambahkan, tim dari Kemendes PDTT sudah mulai melakukan proses penilaian lanjutan pada Selasa (24/6/2025). Pihak desa pun tengah melakukan persiapan maksimal, baik dari sisi infrastruktur digital, pelayanan publik berbasis teknologi, hingga inovasi pemberdayaan masyarakat.

Indikator Penilaian: Teknologi dan Pemberdayaan Warga

Famni menjelaskan, aspek penilaian dalam lomba ini mencakup Infrastruktur digital desa, Kreativitas dan inovasi penggunaan teknologi, Layanan publik berbasis digital, Keberlanjutan dan pengelolaan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat melalui digitalisasi.

Desa Ngembal Kulon dinilai unggul karena telah aktif memanfaatkan teknologi informasi dalam administrasi pemerintahan, pelayanan publik, dan promosi potensi lokal melalui platform digital.

Ali Bustomi