JEPARA (SUARABARU.ID) – Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara dan para pemangku kepentingan lain, Yayasan Pelestari Ukir Jepara merencanakan akan menggelar Lomba Ukir dan Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Kayu Jepara. Direncanakan even spektakuler dengan hadiah puluhan juta rupiah ini akan digelar pada tanggal 30 Agustus 2025 di alun-alun Jepara dengan target peserta 1000 tukang ukir laki-laki, perempuan dan pelajar.
Kegiatan yang mengambil tema “Road to Intangible Cultural Heritage” atau Menuju Warisan Budaya Takbenda disamping dalam rangka mendukung pengusulan seni ukir sebagai warisan budaya takabenda dunia juga dalam rangka peringatan Hari Ukir Nasional. Peringatan ini telah dilakukan sejak tahun 2022 sebagai Upaya untuk menciptakan momentum pelestarian seni ukir Jepara.

Menurut Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Deklarasi Hari Ukir Nasional tanggal 20 Agustus telah dilakukan alun-alun di Jepara pada tanggal 22 Agustus 2022. “Pengambilan tanggal 20 Agustus sebagai Hari Ukir ditentukan dari salah satu waktu yang tercatat sejarah, yaitu ketika RA Kartini mengikutkan 23 karyanya dalam pameran Nationale Tentoonstelling voor Vrouwnarbied atau Pameran Karya Perempuan di Den Haag Belanda pada tanggal 9 Juli – 21 September 1898.
Pameran ini menurut Hadi Priyanto terbukti menjadi pintu pembuka bagi usaha pengembangan seni ukir Jepara dan bahkan menjadikannya sebagai industri kerajinan yang berkembang hingga saat ini.

Karena keberhasilannya pada tahun 1899 R.A. Kartini mulai mendapatkan mendapatkan pesanan dari Oest en West, lembaga yang didirikan untuk membantu memasarkan hasil kerajinan masyarakat Bumiputera. Keduanya kemudian bekerjasama.
“Pada tahun 1902, RA Kartini mendapatkan pesanan dari Oest en West untuk keperluan pesta Sinterklas pada bulan Desember 1902. Juga pesanan barang lain yang terus berdatangan dalam jumlah yang cukup banyak.,” ungkap Hadi

Harapan Hadi, kegiatan ini akan mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan dan dunia usaha di Jepara. “Juga warga Jepara yang telah berhasil baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya. Ini adalah bentuk nyata ikhtiar pelestarian seni ukir Jepara yang menjadi salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Jepara, pungkasnya
Hadepe













