JEPARA (SUARABARU.ID) – Pendopo Kartini, menjadi saksi berlangsungnya kegiatan pengajian dalam rangka Milad Aisyiyah ke-108 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara Minggu 25 Mei 2025. Dengan tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional,” acara ini dihadiri kurang lebih 250 tamu undangan, yang terdiri dari anggota Pimpinan Aisyiyah se Jepara, 40 mualaf di Jepara, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tampak hadir dalam acara ini Sesepuh Organisasi Wanita Kabupaten Jepara Hj. Laila Saidah Witiarso Utomo, SH., M.Kn. Dalam sambutanya beliau mengucapkan milad ‘Aisyiyah yang ke 108 dan mengapresiasi ‘Aisyiyah Jepara, karena sebagai organisasi perempuan telah membantu pemerintah untuk memajukan Jepara.
Melalui inisiatif ini, kita tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga pada ketahanan pangan nasional,” Strategi dalam memperkokoh ketahanan pangan berbasis Desa Qaryah Thayyibah adalah dengan mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menjadi prestasi tersendiri oleh PDA Jepara, dalam raihannya sebagai peringkat 1 Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) Tingkat Wilayah Jawa Tengah di tahun 2024.
GLHA adalah suatu gerakan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh organisasi perempuan Persyarikatan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui optimalisasi dan memaksimalkan pekarangan.
Turut menghadiri Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Maria Anna Muryani, SH., MH. Disampaikannya, Islam adalah agama Rahmatan lil Alamiin, agama yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam semesta, agama yang tidak memaksa orang lain untuk mengikuti agama Islam, tetapi orang yang memeluk agama Islam adalah orang mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

Pengajian ini juga menjadi momentum penting pembinaan dan pendampingan mualaf mualaf di Jepara. Mualaf adalah hidayah dari Allah, melalui bisikan hati yang lembut, atau pertolongan dari orang-orang terdekat dengan penuh kasih sayang, sebagai penyelamat kita dari dosa-dosa yang sebelumnya kita lakukan, serta dari kesesatan dan jalan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Besar harapan, teman-teman mualaf dapat meraih hidayah (petunjuk) dari Allah SWT. Hidayah yang dapat kesempatan belajar ajaran Islam secara benar, mengamalkan ajaran Islam, serta mendapatkan bimbingan dan nilai-nilai positif dalam menjalani kehidupan.
Dengan demikian, Milad ‘Aisyiyah ke-108 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Aisyiyah dalam menciptakan solusi nyata untuk tantangan ketahanan pangan serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Komitmen yang tak kalah revolusionernya adalah komitmen ‘Aisyiyah dalam perhatiannya serta pembinaan mualaf di Jepara. dalam kesempatan in juga ada acara pentasyarufan zakat KL LazisMu PDA Jepara kepada para mualaf, 3 LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Takmir Masjid AT Taqwa Jepara, juga penyerahan donasi bantuan Pembangunan RS PKU ‘Aisyiyah Jepara dan bantuan modal usaha anggota ‘Aisyiyah di 15 Cabang.
Kegiatan pengajian dalam rangka milad ‘Aisyiyah ke 108 ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM ‘Aisyiyah dan juga pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU ‘Aisyiyah Jepara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.
Hadepe – Dina Setyaningsih













