blank
Keluarga Wagiman mengaku bahagia saat Gubernur Ahmad Luthfi singgah di rumahnya dan menyatakan akan merenovasi rumah keluarga itu. Foto: Huma

Bahkan saat tim survei dari Disperakim datang, keduanya sempat menolak rumahnya diperbaiki.

Tak ayal jika rumah berlantai tanah itu dinding kayunya sudah lapuk. Kerangka atap dari bambu juga sudah mulai reyot.

Begitu juga dengan kondisi genting yang sudah banyak berlubang atau kripik.

Namun kunjungan Ahmad Luthfi itu akhirnya meluluhkan hati pasutri tersebut.

Keduanya dengan sangat senang hati menerima bantuan dari Ahmad Luthfi.

“Remen sanget (senang sekali). Matur nuwun Pak Gubernur sampun bantu. Kula mboten gadah napa-napa (Terima kasih Pak Gubernur sudah membantu. Saya tidak punya apa-apa),” ujar Samiyem dan Wagiman kepada Ahmad Luthfi.

Setelah berhasil membujuk Wagiman, Ahmad Luthfi sempat berkeliling melihat kondisi rumah.

Ia juga menjelaskan bahwa rumah Wagiman adalah satu dari 322 rumah di Kabupaten Boyolali yang mendapatkan bantuan rehabilitasi RTLH.

“Di Boyolali ada 322 unit rumah. Nanti kita barengkan itu. Masing-masing rumah Rp20 juta, semua kabupaten jumlahnya sama, 322 unit rumah. Minggu depan sudah mulai,” kata Ahmad Luthfi.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan, perbaikan RTLH akan digenjot pada tahun 2025 ini.

Total tahun ini akan ada 17.000 unit RTLH yang mendapatkan bantuan. Ditambah bantuan dari Menteri Perakim Maruarar Sirait di Banyumas sekitar 500 unit rumah bersumber dari CSR Buddha Tsuzi.

“RTLH akan kita genjot biar habis semuanya, minimal membantu masyarakat yang miskin ekstrem. Ketentuannya harus punya rumah sendiri, tidak bersengketa, hak milik, kemudian betul-betul dicek oleh Dinas Perakim dan diverifikasi oleh kabupaten/kota. Kita kerjakan bersama,” katanya.

Adapun terkait bantuan RTLH, sapai tahun 2024 telah dibangun sekitar 1,2 juta unit. Sisa data RTLH di Jawa Tengah yang belum tersentuh sekitar 1.022.113 unit.

“Kami akan gandeng juga TNI-Polri untuk ikut serta membangun RTLH. Tiap rumah Rp20 juta. Bukan membangun rumah baru tapi memperbaiki rumah yang sudah ada, yaitu atap, lantai dan dinding (Aladin),” ungkapnya.
R. Widiyartono