blank
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah didampingi Dirut PT BPR BKK Kebumen Sutrisno, Direktur Kepatuhan dan Umum Sudiharto serta para pejabat dan karyawan BPR BKK, Sabtu 12/4.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) sebagai perusahaan milik daerah telah mampu mencatatkan kinerja yang baik.

Bahkan perseroan telah menyetorkan deviden untuk Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai pemegang saham terbesar Rp 2.213.907.202.

Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen Sutrisno menyampaikan hal tersebut pada halal bi halal seluruh direksi dan karyawan bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah serta Sekda Edi Rianto di Hotel Candisari, Karanganyar, Sabtu (12/4) April 2025.

Acara dihadiri Sekda Kebumen Edi Rianto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda MM Sri Kuntarti, Kepala Satpol PP Ira Puspitasari serta Kabag Perekonomian dan SDA Setda Purnowati.

Sutrisno mengatakan, total deviden yang telah disetorkan sebanyak Rp 4.193.800.344.Untuk Pemkab Kebumen 2.213.907.202, dan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebesar Rp 1.979.893.142. Deviden merupakan hasil pendapatan 2024 yang disetorkan di 2025.

“Pemkab Kebumen memiliki saham terbesar, yakni 52 persen, dan Alhamdulillah deviden sudah kami setorkan ke kas daerah,”ujarnya.

Menurut Sutrisno, dengan jumlah karyawan 213, PT BPR BKK Kebumen saat ini mengelola asetnya sebesar Rp 501 Miliar, dengan jumlah kredit per 31 Maret 2025 yang disalurkan sebesar 394.788.000.”Untuk di Jawa Tengah, Alhamdulillah BPR BKK Kebumen prestasi kita masuk tiga besar,”jelasnya.

Pada akhir bulan ini, pihaknya juga bakal mendapatkan penghargaan  TOP BUMD Bintang 5 Nasional. Penghargaan akan diberikan di Jakarta bersama Pemkab Kebumen. “Kita juga bersyukur berdasarkan hasil penilaian OJK, PT BPR BKK Kebumen kinerja tahun 2024 dinyatakan sehat,”ucapnya.

Melihat laporan tersebut, Bupati Kebumen melalui Wakil Bupati (Wabup) Zaeni Miftah mengapresiasi kinerja positif BPR BKK Kebumen. Meski masih ada beberapa catatan atau pembenahan dalam penyaluran kredit, secara umum dinilai cukup bagus.

“Prestasi yang telah diraih tidak boleh membuat cepat berpuas diri, sebab perlu terus dilakukan peningkatan profesionalitas dan kualitas kerja, guna mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang sudah didapat,”ujar Wabup.

Wabup mengingatkan perlunya inovasi dalam pengembangan bisnis usaha. Apalagi persaingan dalam dunia perbankan semakin tinggi. Terlebih di era digitalisasi, inovasi dianggap sebagai kunci utama kemajuan sebuah usaha. “Jadi jangan terlena dan bersantai-santai, inovasi perlu kita ciptakan,”tutur Zaeni.

Menurut Wabup, yang paling penting ada kerahasiaan data nasabah. Zaeni meminta kepada BPR BKK Kebumen agar bisa menguasai teknologi informasi yang mutakhir untuk menjaga kerahasiaan data nasabah agar tidak bocor. Pasalnya jika sampai bocor bisa disalahgunakan.

“Penyalahgunaan data nasabah dapat berdampak negatif, seperti kerugian finansial, hilangnya kepercayaan publik, hingga kerusakan reputasi bagi nasabah maupun bank,”tandas Wabup.

Komper Wardopo